“Saya biasa mengangkut di wilayah Jatayu, Ciroyom, dan Pasar Andir. Di lokasi itu sampah-sampah telah menggunung karena dua pekan operasional TPA Sarimukti dihentikan,” katanya.
Sebagian sopir harian, Taryawan mengaku tak mendapat pemasukan selama operasional TPA Sarimukti dihentikan. Pasalnya, dirinya hanya dibayar Rp315 ribu tiap satu kali angkut sampah.
“Kemarin hampir dua pekan gak ada pemasukan. Karena kalau saya dibayar harian. Mudah-mudahan, sekarang normal lagi dan lancar jadi bisa beberapa kali ritasi,” tandasnya. (Mg5)
