JABAR EKSPRES – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menghadapi cobaan berat akibat skandal korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat militer dalam menerima suap dari warga sipil Ukraina yang enggan terlibat dalam perang.
“Dalam beberapa daerah, jumlah pengecualian untuk tugas militer telah melonjak hingga 10 kali lipat sejak Februari tahun lalu,” ungkap Zelensky, seperti yang dikutip dari Al Jazeera. “Ini jelas merupakan perbuatan korupsi yang tak dapat ditoleransi.”
Presiden Zelensky juga mengungkapkan bahwa investigasi saat ini sedang berlangsung terkait kasus pengecualian medis palsu ini. Hasil awal penyelidikan menunjukkan adanya praktik korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat di berbagai tingkatan dan daerah. Besaran suap yang diberikan berkisar antara 3.000 hingga 15.000 dolar.
Baca Juga:Inilah 3 Negara yang Berani Protes Peta Kontroversial ChinaSkandal Heboh! Selebgram Palembang Bandar Narkoba Selundupkan Sabu dari Balik Jeruji Besi
Lebih lanjut, Zelensky menyatakan perlunya analisis lebih mendalam untuk mengidentifikasi jumlah pasti warga yang telah meninggalkan negara dengan menggunakan izin pengecualian medis palsu. Mayoritas dari mereka yang pergi adalah yang berhasil memperoleh rekomendasi palsu dari komisi medis.
Tidak hanya itu, pada bulan ini, Presiden Zelensky juga mengambil langkah tegas dengan mencopot seluruh kepala pusat perekrutan militer di wilayah Ukraina. Langkah ini diambil setelah lebih dari 100 kasus kriminal terungkap akibat penyelidikan skandal korupsi di kantor perekrutan wilayah Odessa Selatan, yang digulirkan bulan lalu.
