JABAR EKSPRES – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya mengeluarkan pernyataan tertulis mengenai perpecahan Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang disebabkan oleh keputusan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh untuk memilih Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden (cawapres) Anies Baswedan, menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dia juga mengatakan bahwa, Anies Baswedan tidak menyampaikan kabar tersebut secara langsung, malah mengutus Sudirman Said untuk menyampaikan informasi kepada Partai Demokrat.
“Merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat perubahan; pengkhianatan terhadap Piagam Koalisi yang telah disepakati oleh ketiga Parpol; juga pengkhianatan terhadap apa yang telah disampaikan sendiri oleh Capres Anies Baswedan, yang telah diberikan mandat untuk memimpin Koalisi Perubahan,” pungkasnya.
