Imbas Kebakaran TPA Sarimukti, 1.500 Ton Sampah di KBB Tertahan

JABAR EKSPRESTPA Sarimukti hingga hari ke-11 belum bisa dioperasikan imbas dari kebakaran. Kondisi itu membuat sampah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) tertahan hingga ribuan ton.

Berdasarkan catatan UPTD Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB), dari 16 kecamatan di wilayahnya hanya 10 kecamatan yang memiliki sampah rumah tangga dan insutri yang dilakukan layanan pengangkutan.

Kepala Sub-Bagian Tata Usaha UPT Kebersihan KBB, Sahria menyebutkan, estimasi sampah yang tertahan dari sejak dihentikan operasional 10 hari lalu sebanyak 1.500 ton.

BACA JUGA: Belum Diketahui Pasti Penyebabnya, Polda Jabar Masih Kesulitan Investigasi Kebakaran TPAS Sarimukti

“Tertahan di semuanya, di UPTD saja 39 armada masih terisi sampah-sampah. Belum lagi warga yang tidak kita angkut, dan biasanya kita setiap hari membuang sampah ke TPA Sarimukti 150 ton, kali kan saja 10 hati kita tidak operasional,” kata Sahria kepada JabarEkspres.com, Rabu, 30 Agustus 2023.

Menurutnya, sampah yang dihasilkan dari 16 kecamatan, 6 diantaranya sudah mengolah secara mandiri. Dari 10 kecamatan tersebut, kecamatan Lembang dan Padalarang merupakan daerah paling besar penghasil sampah.

BACA JUGA: Pemkot Membentuk Satgas Sampah Kerena TPA Sarimukti Akan ditutup Sementara

Karena itu Sahria berharap, penangana kebakaran di TPA Sarimukti bisa segera padam dan proses pembuangan sampah kembali lancar.

“Untuk daerah yang paling banyak penyumbang sampah masih Padalarang dan Lembang. Jadi ini harus ada solusi secepatnya juga,” terangnya.

“Bukan hanya akan terjadi penumpukan. Kalau nanti sudah dibuka, kita juga sulit mengangkutnya. Karena produksi sampahnya berlipat,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan menegaskan, pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung Barat harus optimal selesai di tingkat kecamatan.

Ia mengatakan, peristiwa kebakaran TPA Sarimukti yang saat ini masih berlangsung harus dijadikan momentum semua pihak maksimal dalam mengelola sampah.

“Hal yang harus dilakukan saat ini adalah dengan melakukan reformasi persampahan yakni pengelolaan sampah harus tuntas di kecamatan masing-masing,” katanya.

Ia menambahkan, mulai saat ini pihaknya bakal melakukan edukasi secara massif kepada masyarakat di Kabupaten Bandung Barat.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan