JABAR EKSPRES- Pada hari Sabtu (26/8), Kantor Pusat Pengendalian Banjir dan Bantuan Kekeringan Negara China serta Kementerian Manajemen Darurat China menyelenggarakan konferensi video dengan tujuan mengimbau langkah-langkah pencegahan terhadap ancaman banjir dan dampak Topan Saola di wilayah terkait.
Dari Sabtu hingga Senin (28/8), prakiraan menunjukkan bahwa curah hujan yang signifikan mungkin akan mempengaruhi beberapa wilayah seperti Sichuan, Chongqing, Guizhou, Shaanxi, Shanxi, Henan, Hubei, Jiangsu, Anhui, Shandong, Hunan, dan Guangxi, sebagaimana yang disampaikan oleh departemen meteorologi China.
Dalam konteks ini, kemungkinan hujan deras dapat mengakibatkan potensi aliran sungai dari pegunungan, risiko bencana geologi, dan potensi banjir di sejumlah sungai berskala kecil dan menengah di wilayah-wilayah yang terpengaruh.
Baca Juga:Pesawat Latihan Militer di Australia Jatuh, 3 Marinir AS TewasWalikota Honduras Selundupkan Kokain 90 Ton ke Amerika
Konferensi tersebut menjelaskan bahwa ada tingkat ketidakpastian tertentu dalam hal pergerakan Topan Saola, yang merupakan topan kesembilan yang terjadi tahun ini.
Pihak berwenang mendorong wilayah-wilayah di sepanjang pantai timur dan selatan negara untuk memantau perkembangan Topan Saola dengan seksama serta bersiap melakukan tindakan evakuasi jika situasi memerlukannya.
Selain itu, wilayah Gansu, Xinjiang, dan Mongolia Dalam diharapkan untuk mengambil tindakan aktif dalam menghadapi kondisi kekeringan dan memastikan ketersediaan pasokan air minum bagi penduduk setempat.
