“Posisi ISPA terus naik. Beberapa anggota kami pada 2021 berada di posisi 15 besar penyakit yang di-klaim. Lalu pada 2022 naik ke peringkat ke-4, dan sekarang menjadi penyebab klaim nomor 1.” ujar Budi.
Tanggapan ini di ungkapkan oleh Budi dalam Konferensi Pers AAJI, seperti yang di kutip dari CNBC pada Minggu (8/7/23).
