Kemarau Panjang, Warga Bandung Barat Mulai Kesulitan Air Bersih

JABAR EKSPRES – Warga di beberapa wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai kesulitan mencari air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Hal itu diakibatkan kemarau panjang dampak dari fenomena El Nino.

Sejumlah wilayah yang mulai kesulitan mengakses air bersih telah mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

BACA JUGA: Hari ke-6 Kebakaran TPA Sarimukti, Api Tak Kunjung Padam! 12 Hektar Lahan Terbakar

“Kami sudah mengajukan permohonan bantuan air bersih bagi warga di beberapa desa yang mengalami kesulitan air,” ujar Camat Cipeundeuy, Agus Ganjar, Kamis (24/8/2023).

Ia mengatakan, sedikitnya ada 12 RW di dua desa wilayah Kecamatan Cipeundeuy yang kesulitan mendapatkan air, yakni Desa jatimekar dan Cipeundeuy.

“Dibutuhkannya paling tidak tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” singkatnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris BPBD KBB, Agus Sumartono mengakui, kemarau yang terjadi sekarang belum meluas. Hal ini terbukti dari permohonan air bersih baru dari 4 kecamatan.

Menurutnya, selain Kecamatan Cipeundeuy, permohonan air bersih juga datang dari Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua. Kepala Desa Jambudipa Cece Suryadi menyebut ada 11 RW yang sudah mulai mengalami kesulitan air bersih, yaitu RW 01, 02, 03, 04, 05, 06, 07, 13, 14, 16, dan 17.

“Dari pengajuan yang kami terima untuk wilayah Kecamatan Cisarua saja membutuhkan 85 ribu liter air bersih atau setara 17 mobil tangki dengan kapasitas 5.000 liter,“ katanya.

BACA JUGA: Imbas Kebakaran TPA Sarimukti, Ratusan Ton Sampah di Bandung Barat Menumpuk

“Kondisi kekeringan sekarang belum terlalu parah. Makanya, hanya 4 kecamatan yang mengajukan permohonan bantuan pendistribusian air bersih,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, sudah 25 ribu liter air bersih yang disalurkan. Namun diakuinya, belum semua permintaan dapat dipenuhi.

“Saat ini, kami sedang fokus pada penanganan kebakaran di TPA Sarimukti. Dimana personel dikerahkan ke sana. Sehingga, permohonan bantuan air bersih belum dapat dilayani secara maksimal,” tandasnya. (Mg5)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan