JABAR EKSPRES- Pada hari Kamis, pihak berwenang bea cukai China mengumumkan bahwa China akan segera menghentikan proses impor berbagai jenis produk hasil laut dari Jepang.
Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap tindakan Jepang dalam membuang limbah radioaktif hasil dari pengolahan di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi ke Samudera Pasifik.
Kementerian Luar Negeri China dengan tegas mengutuk tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai “tindakan yang bersifat egois dan tidak bertanggung jawab.”
Baca Juga:Netflix Sedang Garap Serial Dokumenter Balap NASCAR CupTidur dapat Menurunkan Berat Badan, Bagaimana Caranya?
Selain itu, China juga berkomitmen untuk memperketat pengawasan terhadap tingkat radiasi di perairan lautnya setelah kejadian pembuangan limbah radioaktif tersebut.
Kementerian Ekologi dan Lingkungan China, yang memiliki tanggung jawab terhadap isu keamanan nuklir, menggambarkan langkah Jepang dalam membuang limbah radioaktif sebagai “tindakan yang sangat egois dan tidak bertanggung jawab,” karena lebih mengedepankan kepentingan sendiri daripada kesejahteraan masyarakat.
Dalam pernyataannya, kementerian tersebut mendesak Jepang untuk mempertimbangkan dampak global dari tindakan ini, serta mengimbau agar pembuangan limbah dilakukan dengan metode ilmiah, aman, dan transparan, serta bersedia menerima pengawasan internasional yang ketat.
Kementerian ini juga berkomitmen untuk melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kemungkinan dampak yang mungkin muncul akibat pembuangan limbah Jepang tersebut, dengan tujuan “melindungi kepentingan nasional dan kesehatan masyarakat.”
Di Hong Kong, sekitar 30 demonstran melakukan aksi protes di depan Konsulat Jenderal Jepang sebagai tanggapan atas kejadian pembuangan limbah ini. Dalam aksi protes tersebut, mereka mengeluarkan seruan seperti “Jepang bersikap egois” dan “Laut adalah milik seluruh dunia.”
