JABAR EKSPRES – Somalia larang tiktok telegram!! Pemerintah Somalia baru-baru ini mengambil langkah tegas dengan melarang penggunaan TikTok, Telegram, dan aplikasi judi online.
Alasan di balik pelarangan Pemerintah Somalia ini adalah karena dikhawatirkan aplikasi-aplikasi tiktok telegram tersebut kerap dimanfaatkan oleh “teroris” untuk menyebarkan propaganda.
Aplikasi-aplikasi ini sering digunakan oleh kelompok teroris untuk menyebarkan materi grafis dan foto yang menyesatkan masyarakat.
Baca Juga:Threads Meluncurkan Versi Web dan Fitur Terbaru Jadi Sorotan!Konser 88 Degrees And Rising di Jakarta Tahun Ini Harus Dibatalkan, Ini Alasannya
Pemerintah telah menetapkan batas waktu bagi perusahaan-perusahaan ini untuk menerapkan larangan tersebut hingga 24 Agustus.
Pelanggaran terhadap larangan ini dapat berujung pada tindakan hukum terhadap perusahaan yang tidak mematuhinya.
Pasca pengumuman ini, TikTok enggan memberikan komentar dan masih menunggu komunikasi resmi dengan pemerintah setempat mengenai larangan tersebut.
Sementara itu, Telegram merilis pernyataan yang menegaskan konsistensinya dalam menghapus propaganda teroris di Somalia dan seluruh dunia.
Mereka juga menegaskan bahwa Telegram secara aktif memoderasi konten-konten berbahaya.
Larangan ini menuai kritik dari sejumlah warga yang sering menggunakan TikTok untuk keperluan bisnis. Halimo Hassan, seorang penjual emas di TikTok, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa pelanggan akan berkurang akibat larangan ini.
Ia mengajukan permohonan kepada pemerintah agar TikTok tetap di izinkan untuk di gunakan oleh publik, tetapi dengan pengawasan yang tepat sesuai dengan konteks budaya Somalia.
