JABAR EKSPRES – Demi terus membangun pemahaman para pekerja terkait pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan terus aktif bekerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan.
Salah satunya adalah menggelar talkshow kegiatan Diseminasi Program Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Provinsi Jawa Barat dengan mengusung tema “Kerja Keras Bebas Cemas”.
Dalam talkshow yang digelar tersebut, turut hadir Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Auditor Utama Keuangan Negara III BPK RI Ahmad Adib Susilo, dan Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainudin, serta diikuti oleh ratusan pekerja yang berasal dari Kabupaten Bandung.
Baca Juga:Pebalap Astra Honda Raih Podium Kedua pada Balapan Perdana IATC 2023Ramai Diikuti Ribuan Perwakilan Pesantren, Mumtaz Festival 2023 dan Temu Bisnis OPOP Hadir di Masjid Al Jabbar
Zainudin mengungkapkan saat ini masih banyak para pekerja yang belum terlindungi. Khususnya para pekerja informal, seperti para pekerja informal yang ada di desa, di pasar, dan di UKM.
“Salah satu caranya yaitu lewat diseminasi ini. Kita tidak bisa jalan sendiri, maka hari ini kita gandeng tokoh di kabupaten Bandung ini. Karena tokoh ini lebih banyak dikenal, jadi program kita lebih cepat sampai ke masyarakat yang ada di desa, kelurahan, pasar, dan ekosistem lainnya,” ungkap Zainudin.
Zainudin menyebutkan, menurut data hingga Juli 2023, jumlah peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan tercatat sebanyak 37,4 juta pekerja atau baru mencapai 37,77 persen dari potensi tenaga kerja nasional.
Sementara itu, kata Zainudin untuk di Kabupaten Bandung sendiri coverage kepesertaan aktif BPJS Ketenagakerjaan sebesar 31,7 persen dari total 435 ribu potensi tenaga kerja.
“Oleh karena itu sejak tahun lalu BPJS Ketenagakerjaan telah memfokuskan perluasan kepesertaan di sektor BPU yang terbagi dalam 4 ekosistem utama yaitu ekosistem pasar, desa, e-commerce dan UMKM serta kepada pekerja rentan,” katanya.
