Dengan demikian, di luar perasaan internal kepercayaan umum dan perilaku eksternal masing-masing pasangan, dinamika hubungan secara keseluruhan dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan juga.
Alhasil, saat membangun kepercayaan dengan pasangan, penting juga untuk mempertimbangkan kualitas hubungan kalian berdua. Khususnya, pasangan yang terlalu mandiri satu sama lain mungkin mengalami kesulitan dengan komitmen.
Sebaliknya, terlalu banyak ketergantungan (atau ketergantungan bersama) justru dapat membatasi penentuan nasib sendiri dalam hubungan cinta. Di luar itu, konflik kepentingan, bekerja dengan tujuan yang berbeda, atau kekuatan yang tidak setara juga dapat mengurangi kepercayaan dalam hubungan.
Baca Juga:Apa Itu Intuisi dan Bagaimana Cara KerjanyaSepeda Motor Listrik Minimanlis Konsep Pro.Zui Cocok Untuk Digunakan di Kota
Jadi, agar kepercayaan benar-benar berkembang, kedua pasangan harus bebas menentukan pilihannya sendiri, percaya diri untuk saling bergantung, dan merasa bahwa hubungan itu adil.
4. Konteks Sosial
Faktor keempat yang dibahas oleh Weiss, Burgmer, dan Hofmann (2022) yang berdampak pada kepercayaan adalah konteks sosial yang lebih luas. Mereka menyoroti bahwa perilaku individu lain di luar hubungan, ketidakadilan umum dalam masyarakat, dan isolasi sosial dapat menyusup ke dalam suatu hubungan dan memengaruhi kepercayaan di antara pasangan juga.
Jadi, saat membangun kepercayaan dengan pasangan, penting juga untuk mempertimbangkan bagaimana teman, keluarga, dan budaya Anda dapat mendukung atau mengurangi kepercayaan dalam hubungan Anda bersama.
Singkatnya, meskipun kita sering mengabaikannya dalam kehidupan modern, konteks sosial yang lebih besar dapat berdampak besar pada hubungan.
Sumber: https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S2352250X21001858?via%3Dihub
