JABAR EKSPRES – Perusahaan mobil listrik ternama, Tesla, tidak tinggal diam menghadapi persaingan yang semakin ketat di pasar otomotif China. Sebagai salah satu pasar utama bagi perusahaan, Tesla memutuskan untuk memberikan diskon besar-besaran demi meraih pangsa pasar yang lebih besar.
Melansir dari berbagai sumber penjualan mobil Tesla Model X di China mengalami penurunan harga signifikan. Harga jual Model X yang semula 836.900 yuan atau sekitar Rp 1.777.589.678, kini ditawarkan hanya 754.900 yuan atau setara Rp 1.603.420.298. Turunnya harga ini mencapai 120 jutaan rupiah.
Namun, strategi diskon agresif yang diterapkan Tesla ini turut menuai keprihatinan dari para pemegang saham. Kekhawatiran terutama terfokus pada kemungkinan tergerusnya margin keuntungan perusahaan. Saham Tesla mengalami penurunan hampir 3% pada hari Selasa setelah sebelumnya sudah merosot.
Baca Juga:Terobosan Medis: Cangkok Ginjal Babi ke Manusia Berhasil Bertahan Selama 32 HariKemenpan RB Mewajibkan ASN DKI Jakarta Terapkan Model Kerja Hybrid Saat Persiapan KTT ASEAN
“Dalam situasi ini, para konsumen di China akan merespons dengan menjalankan strategi serupa, yang pada akhirnya akan semakin mempersempit margin keuntungan mereka. Perusahaan seperti BYD, NIO, Li Auto, dan Xpeng mungkin akan menghadapi tekanan lebih lanjut dalam mempertahankan margiperan keuntungan yang tipis,” ujar Dunne.
