JABAR EKSPRES – Kota Jakarta kembali menjadi pusat perhatian global akibat kondisi udaranya yang semakin memburuk.
Pada tanggal 11 Agustus 2023, DKI Jakarta telah tercatat sebagai kota dengan kualitas udara terburuk keempat di dunia.
Pencemaran udara di ibu kota Indonesia mencapai angka 167, kategori yang dinyatakan sebagai tingkat kesehatan “tidak sehat”.
Baca Juga:Menjelajahi Tempat Wisata di Bandung, Permata Tersembunyi di Kota Kembang!Elon Musk Resmi Perkenalkan Fitur Siaran Langsung Video bagi Pengguna Aplikasi X
Bahkan pada saat fajar menyingsing, tingkat polusi udara di Jakarta tetap tinggi, menandakan kompleksitas masalah ini.
Dalam upaya mengurai penyebab permasalahan ini, Sigit Reliantoro, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menegaskan bahwa salah satu faktor utama yang memperburuk kualitas udara di Jakarta adalah penggunaan kendaraan pribadi.
Menurut Nirwono Yoga, seorang pakar lingkungan dari Universitas Trisakti, jumlah kendaraan bermotor yang masuk ke Jakarta setiap harinya mencapai 21 juta motor dan 4 juta mobil.
Dalam konteks ini, sektor transportasi bukanlah satu-satunya pihak yang berkontribusi terhadap memburuknya kualitas udara di Jakarta.
