Muncul Varian Baru Covid-19 Eris, Apa Perbedaannya dengan Omicron?

JABAR EKSPRES – Saat ini tengah ramai diperbincangkan mengenai virus varian baru dari Covid-19, yaitu Eris, uintuk itu ketahui apa perbedaannya dengan virus Covid-19 varian Omicron.

Berdasarkan pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengklarifikasi bahwa varian Eris ini merupakan variant under monitoring (VUM) atau varian yang diawasi akibat penyebarannya yang luas dan juka dapat menyebabkan peningkatan kasus covid-19 di beberapa negara.

Ketahui apa saja perbedaan dianyara dua varian dari covid-19 tersebut.

BACA JUGA: Waspadai Beberapa Penyebab Pembuluh Darah Mata Pecah!

Perbedaan Eris dan Omicron

  • Varian Eris 

Eris timbul dengan gejala seperti pilek, bersin, sakit kepala, mudah merasa lelah, dan sakit pada tenggorokan.

Penyebarannya sendiri, mengutip dari Daily Mail, salah satu faktor yang menyebabkan penyebaran infrksi Eris ini adalah libur musim panas yang menyebabkan banyaknya kerumunan di berbagai tempat.

Hingga kini varian Eris ini terdeteksi sudah menyebar di sekitar 36 Negara.

Tingkat keparahan dan kematian yang terjadi akibat varian Eris ini belum memperlihatkan dampak yang signifikan.

Berikut ini perbedaan omicron dengan varian Eris seperti yang telah dibahas di atas.

BACA JUGA: Kebiasaan Merusak Mata yang Mungkin Dilakukan Sehari-Hari!

  • Varian Omicron 

Omicron memiliki gejala pada penderitanya seperti merasakan sakit kepala, tubuh terasa pegal, dan sakit pada tenggorokan.

Penyebaran varian Omicron ini dapat menginfeksi lebih cepat pada bronkus, saluran udara dari trakea yang memastikan udara yang masuk dapat bekerja dengan baik sampai ke paru-paru.

Diketahui bahwa seseorang yang terinfeksi oleh varian omicron ini memiliki lebih banyak memiliki virus pada bagian tenggorokan dimana dapat disebarkan melalui hembusan nafas yang dikeluarkan  melalui mulut.

Varian Omicron dapat lebih cepat penularannya dan mempercepat penyebaran penyakit.

Omicron memiliki tingkat keparahan kemungkinan rawat inap yang lebih rendah dari varian Delta.

Selain itu Omicron juga menyebabkan gejala berat dan kematian terutama pada seseorang yang rentan seperti lansia, balita, seseorang yang memiliki penyakit bawaan, dan seseorang yang belum menerima vaksin.

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan