Alat yang di gunakan dalam penelitian ini adalah georadar, yaitu perangkat radar yang dapat menembus tanah untuk mendeteksi sinyal yang dipantulkan oleh struktur di bawah permukaan.
“Dengan ini, kita dapat mengidentifikasi kondisi di bawah permukaan. Dengan data geofisika ini, kami akan mencoba membuat profil bawah permukaan.” tambah Wahyu.
Wahyu menjelaskan bahwa proses penelitian ini akan di lakukan secara bertahap karena luasnya area yang harus di teliti.
Baca Juga:Baru Diluncurkan, Begini Cara Menggunakan Fitur Live Broadcast di XPoco M6 Pro Hadir dengan Spesifikasi dan Harga Menarik
Targetnya, penelitian ini akan selesai dalam waktu seminggu. Hasil penelitian nantinya akan di sampaikan kepada pihak yang berwenang untuk menentukan langkah-langkah mitigasi.
Lubang ini muncul sejak akhir tahun 2022 di halaman rumah milik Karyo Dimejo (70). Ukuran lubang tersebut sekitar 4,5×2 meter, setara dengan ukuran mobil sedan, dan kedalamannya lebih dari 5 meter setelah di lakukan pengukuran dengan menggunakan tanah.
