Pertama, melalui program edukasi, gizi, dan pola asuh yang sehat melalui Isi Piringku. Kemudian, melalui program pengelolaan dan pemilahan sampah melalui Sampahku Tanggung Jawabku.
Ketiga, yakni pemberdayaan gizi dan juga ekonomi untuk ibu-ibu kantin melalui Warung Anak Sehat.
“Jadi mudah-mudahan kita bisa bersama-sama mewujudkan Generasi Emas 2045. Ini dimulai dari anak-anak SD yang akan memimpin di masa depan,” paparnya.
Baca Juga:Sebabkan Lakalantas, Ini Pengakuan Sopir Truk Kontainer yang Terobos Talang Air di BogorCBR Club Indonesia (CCI) Sukabumi Rayakan Anniversary ke-12
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengapresiasi program kolaborasi antara Kemendikbudristek dan Danone tersebut.
Ia menilai, program sekolah sehat terbilang terstruktur. Sebab selain memiliki modul dan silabus, konsep yang dihadirkanpun melalui riset.
“Selain terstruktur, (program) ini sistemik, karena gak sendiri. Tidak hanya Danone saja, tapi ada Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB di sini juga, ada Kementerian. Jadi pendekatannya sistemik,” tukas Bima. (YUD)
