Terungkap! Ternyata Panji Gumilang Pernah Jadi Komisaris Bank, Begini Kronologinya

Terungkap! Ternyata Panji Gumilang Pernah Jadi Komisaris Bank, Begini Kronologinya
Sukanto mantan pengikut Panji Gumilang membongkar bahwa pimpinan Ponpes Al Zaytun pernah menjadi Komisaris Bank CIC
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Perjalanan hidup Panji Gumilang, seorang tokoh kontroversial yang kini menjabat sebagai pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, kini terungkap lebih dalam.

Kabar mengejutkan datang dari Aiman Witjaksono, mantan pengikut Panji Gumilang yang kini menggunakan nama Sukanto.

Dalam sebuah wawancara eksklusif, Sukanto mengungkapkan fakta menarik terkait masa lalu Panji Gumilang yang tak pernah terdengar sebelumnya.

Baca Juga:Diduga Masih Ada Oknum Imigrasi yang Terlibat dalam TPPO Jual GinjalSadio Mane Merapat ke Al Nassr, Siap Duet dengan Cristiano Ronaldo Nih!

Ternyata, sebelum terjun ke dunia pendidikan dan agama, Panji Gumilang pernah berkecimpung di dunia perbankan sebagai Komisaris Bank CIC.

Menurut pengakuan Sukanto, pada tahun 1991, Panji Gumilang menggunakan alias Abu Maariq dengan KTP atas nama Mampang, kelahiran Rembang.

Selama periode antara tahun 1991 hingga 1993, semua anggota NII (NII: Nama Organisasi Tidak Diketahui) menjual rumah mereka dan hasilnya disetor kepada seseorang bernama Panji Gumilang.

Penawaran ini menarik perhatian banyak orang karena mengklaim bahwa program ini adalah sebuah investasi.

Uang yang diberikan kepada NII akan dikembalikan dalam waktu 5 tahun dengan tambahan keuntungan sebesar 50 persen.

“Setelah dia beli saham, tahun 1993-an. Uang tadi saya katakan semuanya dari jamaah NII yang tersebar,” jelas Anto.

Kemudian Aiman menunjukkan keheranan, mengapa para jamaah NII bersedia mengumpulkan dana bahkan dengan menjual rumah mereka.

Baca Juga:Tempat Wisata yang Sedang Hits di Cianjur, Sangat Cocok Sekali untuk Healing!Rahasia Keindahan Menawan Danau Leuwi Soro Cianjur, Destinasi Wisata Instagramable yang Menggoda

“Mau, karena kewajiban, mereka sedang berjihad. Jihad itu bagi mereka uang dan diri, uang dan jiwa. Surga representasinya adalah NII dan membangunnya itu adalah menjadi jihad,” kata Anto.

0 Komentar