Jadi Peringkat Pertama di Indonesia dalam Angka Pengangguran, Disnakertrans Jabar Siapkan Langkah Penekanan

Jabar Ekspres – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans), kini tengah merancang upaya penekanan jumlah pengangguran yang selama ini telah menjadi peringkat pertama di Indonesia.

Kepala Disnakertrans Jabar Rachmat Taufik Garasadi menjelaskan, agar jumlah pengangguran di Jabar dapat segera ditekan, maka seluruh masyarakat khusunya para pencari kerja, diwajibkan memiliki kompetensi atau kemampuan yang dibutuhkan oleh para perusahaan.

BACA JUGA: Anggota Aktif, Managemen Bandung Zoo Sayangkan Langkah Pemkot yang akan Gandeng PKBSI

“Tentunya masyarakat harus mempunyai kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dan kita juga sarankan kepada setiap pencari kerja ini, harus memiliki sertifikasi kemampuan,” ujarnya saat ditemui di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kota Bandung, Jum’at (28/7) kemarin.

Hal itu dilakukan, pasalnya sampai saat ini menurut Rachmat, masyarakat di Jabar sering kalah saing dengan beberapa daerah lainnya seperti Jawa Tengah (Jateng) saat mencari pekerjaan.

“Saya punya data, sebanyak 21 persen pekerja di Jabar itu NIK (Nomor Induk Kependudukan) nya dari luar terutama, dikawasan industri,” ungkapnya

Maka dengan adanya hal itu, Rachmat menuturkan agar jumlah pengangguran di Jabar dapat di tekan, maka masyarakat diharapkan memiliki skill atau kemampuan sesuai dengan kebutuhan para perusahaan.

“Pertama kita harus siapkan skil sesuai dengan yang membutuhkan, dan yang kedua kita beruntung ada Perpres (peraturan Presiden) no.68 terkait dengan revitalisasi pendidikan dam vokasi. Nah ini kita siapkan dengan dunia usaha,” imbuhnya.

BACA JUGA: Komisi A DPRD Kota Depok Dorong Pemkot Digitalisasi Aset Daerah

Sebelumnya, Rachmat mencatat ada sekitar 2.01 juta atau 7,98 persen masyakarat Jabar bersetatus sebagai pengangguran di tahun 2023 ini.

“Jadi sampai saat ini Pemprov Jabar memiliki jumlah pengangguran tertinggi di Indonesia padahal dilain pihak, investasi di kita setiap tahunnya selalu menjadi yang terbesar di Indonesia,” pungkasnya. (San)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan