JABAR EKSPRES- Populasi nyamuk sejak tiga bulan terakhir meningkat drastis. Alhasil, warga yang tinggal di sekitar bantaran Waduk Saguling, Kampung Cisarongge, Desa Mekarmukti, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendadak diserbu ribuan nyamuk.
Asep Roni, salah satu warga Kampung Cisarongge menuturkan, serangan serangga penghisap darah itu terjadi tak hanya pada malam hari, tapi juga di siang bolong.
“Kalau nyamuk rumahan biasa sekali gigit paling satu dua ekor, tapi ini bisa sampai 15-20 ekor yang menggigit. Terus saat bagian tubuh kita digoyangkan, nyamuk ini gak pergi, terus saja menyedot darah,” paparnya.
Baca Juga:Terinspirasi dari Pandawara Group, Camat Cileunyi Minta Bersihkan Sungai Jadi Giat Rutinan WargaNon APBD, 2 Area di Kawasan Komplek Balai Kota Bogor Bakal Dipercantik
Menanggapi hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengklaim telah mengantongi spesies nyamuk yang menyerang warga di sekitar bantaran Waduk Saguling.
Menurutnya, nyamuk Mansonia memiliki ciri fisik bertubuh besar, berwarna hitam atau cokelat, dan terdapat kilauan di sayapnya.
Hewan ini bisa berkembang biak di air yang memiliki tumbuhan seperti eceng gondok, bunga teratai, dan lainnya. Hal ini karena Mansonia menempelkan telurnya di sekitar tumbuhan tersebut.
Tedy menerangkan efek gigitan Mansonia bisa jadi penyebab dari demam rift valley baik pada hewan ternak maupun manusia. Selain itu, nyamuk Mansonia bisa menyebabkan penyakit kaki gajah lantaran serangga ini berperan sebagai vektor cacing filarial yang ditularkan melalui gigitan.
