JABAR EKSPRES – Masih adanya calon siswa dan orang tua yang memiliki mindset sekolah favorit menjadi salah satu kendala terciptanya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang sehat. Pasalnya, dengan pemikirannya itu, calon siswa dan orang tua akan memaksakan kehendaknya untuk melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut.
Hal itu diungkapkan Ketua PPDB Cadisdik Wilayah VII yang meliputi Kota Cimahi dan Kota Bandung Dr Nanang Wardhana, SE.MM. saat ditemui di Gedung KCD VII Jalan Baros, Kota Cimahi, belum lama ini.
Dia menjelaskan, jika dipahami lebih dalam adanya persyaratan dalam PPDB sebenarnya untuk mengikat dan mengapresiasi seluruh elemen masyarakat dan calon siswa. Namun, karena daya tampung atau kuota di sekolah terbatas, maka tidak semua calon siswa lulusan SMP diterima semua di SMA/SMK negeri.
Baca Juga:Mengenal Sport Tourism Lewat Ajang Fornas VII 2023 di Jawa BaratDemi Cegah Tulang Keropos di Usia Senja, Fornas ke VII Adakan Inorga Osteo Dance Sejak Dini
“Contoh untuk jalur afirmasi disitu orang miskin dihargai, anak berkebutuhan khusus, perpindahan tugas, anak guru dihargai,” terangnya.
Sementara untuk jalur perstasi, jalur ini mengapresiasi atau menghargai siswa berprestasi baik dari segi akademik atau nilai maupun non-akademik yakni prestasi kejuaraan.
Menyinggung terkait jalur zonasi yang kuotanya lebih banyak, Nanang menuturkan, selain kebijakan tersebut sebenarnya dalam upaya menghilangkan mindset sekolah favorit, intinya untuk memperingan biaya para siswa. Sebab, dengan dekatnya lokasi rumah dengan sekolah, maka tidak perlu mengeluarkan biaya ongkos yang mahal.
