JABAR EKSPRES – Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus berupaya mencegah terjadinya konflik sosial di masyarakat yang dapat berdampak pada pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2024.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Bandung Barat, Apung Hadiat Purwoko mengatakan, pihaknya sejauh ini sudah memetakan titik-titik potensi terjadinya konflik menjelang Pemilu 2024.
“Biasanya disebabkan oleh masalah masa lalu, akan tetapi jika berkaca pada pemilu 2019 lalu. Bandung Barat termasuk daerah yang kondusif dalam pelaksanaan pemilu,” ungkapnya.
Baca Juga:ALTI di Fornas VII Jabar, Tercatat 300 Pegiat Lari Trail dari 13 Provinsi Kabel Putus Menjuntai ke Jalanan Depan Pusdik Armed, Dishub Cimahi Turun ke Lokasi
Ia menegaskan, sejauh ini, pihaknya juga melakukan koordinasi, baik dengan intansi terkait maupun Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Hal itu dilakukan agar tak menimbulkan gejolak yang berdampak pada penolakan masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya.
Selain itu diakui Apung, sejauh ini dengan beberapa tahapan Pemilu 2024 yang berlangsung di Kabupaten Bandung Baray, dinilai masih cukup kondusif.
Meski demikian, upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap terjadinya konflik tetap akan ditingkatkan. Tim Kewaspadaan Dini akan lebih banyak melakukan pengawasan nantinya terhadap semua proses Pemilu 2024.
“Ada sisi penegakan yang dilakukan oleh Bawaslu, Kejaksaan Negeri dan Kepolisian Resor Cimahi. Kita lakukan deteksi awal, jangan sampai mereka membuat modus-modus,” jelasnya.
