JABAR EKSPRES – Ibu hamil yang mengalami obesitas perlu memperhatikan dengan seksama asupan makanan mereka. Namun, apakah Bahaya Obesitas Saat Ibu Hamil??
Obesitas merupakan kondisi kelebihan berat badan dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih dari 30. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), Obesitas Saat Ibu Hamil atau selama kehamilan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan yang serius.
ACOG menyatakan, “Obesitas selama kehamilan dapat menempatkan Anda pada risiko beberapa masalah kesehatan yang serius, seperti hipertensi gestasional, preeklamsia, diabetes gestasional, dan sleep apnea obstruktif.”
Baca Juga:Pembelaan Serta Penyelesaian Pihak Manajemen Persib Bandung Untuk Bobotoh Atas Protes Harga Tiket NaikReview Kelebihan dan Kekurangan Ponsel Realme C53 NFC dengan Harga Terjangkau
Selain itu, Obesitas Saat Ibu Hamil juga dapat mempengaruhi kesehatan janin dan kehamilan secara keseluruhan. Beberapa risiko yang mungkin terjadi termasuk cacat janin, makrosomia atau bayi yang lebih besar dari biasanya, persalinan prematur, dan bahkan kematian janin.
Diet ini hanya di rekomendasikan jika ibu hamil mengalami kondisi tertentu, seperti obesitas. “Diet saat hamil sebenarnya boleh di lakukan. Namun, harus ada indikasi. Misalnya, jika indeks massa tubuh ibu menuju ke overweight atau obesitas, maka di perlukan diet atau pengaturan makanan,” jelas Dinda kepada HaiBunda.
Diet yang di lakukan selama kehamilan adalah mengatur asupan makanan sesuai dengan kebutuhan. Pengaturan ini harus sesuai dengan peningkatan berat badan berdasarkan indeks massa tubuh.
“Dalam hal ini, diet berarti mengatur pola makan. Misalnya, jika ibu hamil mengalami kekurangan berat badan, peningkatan berat badan sekitar 15 kg akan di perlukan dan pola makannya harus di atur. Jadi, ibu hamil harus menjalani diet yang sesuai dengan kebutuhannya,” jelas Dinda.
Lalu, berapa kalori yang seharusnya di konsumsi selama kehamilan? Apakah benar bahwa obesitas ibu hamil dapat menyebabkan peningkatan berat badan janin?
