JABAR EKSPRES- Virgin Galactic, perusahaan yang didirikan oleh pengusaha Inggris Richard Branson pada tahun 2004, memiliki rencana untuk melakukan penerbangan komersial pertamanya ke tepi angkasa.
Pada hari Kamis, dua perwira angkatan udara Italia dan seorang insinyur kedirgantaraan dari National Research Council of Italy akan bergabung dengan instruktur Virgin Galactic dan dua pilot pesawat ruang angkasa dalam perjalanan suborbital. Mereka akan terbang sekitar 80 km (50 mil) di atas gurun New Mexico.
Penerbangan tersebut dinamakan Galactic 01 dan diperkirakan akan berlangsung selama 90 menit. Ini merupakan penerbangan kedua yang dilakukan oleh Virgin Galactic setelah dua tahun sejak penerbangan uji berawak penuh pertama menggunakan pesawat roket VSS Unity.
Baca Juga:Catat Tanggalnya! Musisi Korea Selatan CRUSH Akan Kunjungi JakartaManfaat Daun Sirih Untuk Kesehatan, Bisa Obati Jerawat!
Virgin Galactic menggunakan pesawat “kapal induk” dengan dua pilot yang akan lepas landas dari landasan pacu, mencapai ketinggian tinggi, dan kemudian melepaskan VSS Unity yang ditenagai oleh roket. Pesawat tersebut akan terbang ke angkasa dengan kecepatan hampir Mach 3 (tiga kali kecepatan suara) sebelum kembali ke bumi.
Para penumpang di dalam kabin pesawat luar angkasa akan mengalami beberapa menit tanpa gravitasi dan memiliki kesempatan untuk melihat kelengkungan planet selama perjalanan tersebut. Penerbangan ini akan disiarkan langsung melalui situs web Virgin Galactic mulai pukul 15:00 GMT.
Virgin Galactic telah menjual sekitar 800 tiket untuk penerbangan komersialnya. Dari jumlah tersebut, 600 tiket terjual antara tahun 2005 dan 2014 dengan harga $200.000 hingga $250.000, sedangkan 200 tiket terjual setelahnya dengan harga masing-masing $450.000.
Awalnya, bintang film dan selebritas menjadi yang pertama mencoba pengalaman ini, namun program perusahaan mengalami kecelakaan pada tahun 2014 ketika sebuah pesawat luar angkasa uji terbang mengalami kegagalan dan menewaskan seorang co-pilot serta melukai pilot secara serius.
Menurut rencana Virgin Galactic, penerbangan komersial luar angkasa berikutnya yang diberi nama Galactic 02 dijadwalkan akan dilakukan pada bulan Agustus. Setelah peluncuran tersebut, perusahaan berencana untuk meluncurkan penerbangan bulanan ke luar angkasa.
Virgin Galactic bersaing dalam sektor pariwisata luar angkasa “suborbital” dengan perusahaan Blue Origin milik miliarder Amerika Jeff Bezos, yang telah mengirim 32 orang ke luar angkasa. Namun, Blue Origin telah menangguhkan operasional roketnya sejak kecelakaan pada September 2022 saat penerbangan tak berawak. Meskipun demikian, perusahaan tersebut berjanji untuk melanjutkan penerbangan luar angkasa dalam waktu dekat.
