Eks Kepala WHO Anjurkan Mendorong Edukasi dan Kebersihan untuk Mitigasi Virus OZ

Pemerintah Mendorong Edukasi dan Kebersihan untuk Mitigasi Virus OZ
Pemerintah Mendorong Edukasi dan Kebersihan untuk Mitigasi Virus OZ
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Profesor Tjandra Yoga Aditama, mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara, menyoroti peristiwa kematian pertama di dunia yang di sebabkan oleh virus Oz pada seorang lansia di Jepang.

Menurutnya, dengan adanya penyakit baru, kemungkinan laporan serupa akan terus muncul seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, Profesor Tjandra menekankan perlunya pemerintah untuk memantau potensi penyebaran virus Oz dan mengenali karakteristik gejalanya.

Meskipun virus ini termasuk keluarga Thogotovirus yang berpotensi menyebabkan kondisi fatal, tidak ada ancaman pandemi yang signifikan. Namun, jika penyebarannya meluas, dapat menyebabkan kejadian luar biasa (KLB).

Baca Juga:CEO OpenAI Mengungkapkan Minatnya untuk Nonton Duel Antara Mark Zuckerberg vs Elon MuskResmi Rilis di Indonesia Ini Spesifikasi dan Harga Poco F5 5G

Menurut Profesor Tjandra, surveilans yang meliputi tiga tahap, termasuk penelitian di laboratorium, perlu di lakukan. Ia menjelaskan bahwa pemerintah harus tetap memastikan agar surveilans selalu berjalan dengan baik, baik itu terkait dengan penyakit baru maupun penyakit yang sudah di kenal.

Profesor Tjandra menyampaikan pesan bahwa masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus waspada. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Maxi Rein Rondonuwu, mengimbau para peternak di daerah risiko penularan untuk selalu menjaga kebersihan di lingkungan sekitar mereka.

Dalam konteks manusia, Thogotovirus dapat menyebabkan berbagai kondisi seperti ensefalitis (radang otak), demam, pneumonia, bahkan kematian. Namun, cara penularan virus ini masih belum di ketahui secara pasti, meskipun ada kemungkinan penularannya melalui gigitan kutu yang membawa virus tersebut.

Maxi juga menyampaikan beberapa tindakan mitigasi yang dapat di lakukan, seperti memberikan edukasi kepada peternak tentang pentingnya sanitasi yang baik di peternakan. Menggunakan pakaian lengan panjang dan celana panjang saat berada di daerah berumput atau semak-semak, serta menggunakan lotion anti serangga sebagai langkah untuk melindungi diri dari penularan.

0 Komentar