JABAR EKSPRES – Perburuan emas terus berlanjut hingga saat ini, hari kelima Special Olympics World Summer Games (SOWSG) di Berlin, di mana delegasi Indonesia berhasil meraih enam medali emas, satu perak, dan enam perunggu.
Medali emas diraih dari cabang olahraga bowling dan bulutangkis pada hari kelima turnamen.
Medali emas pertama diraih oleh Muhammad Yafie Eza Mahendra/Muhammad Anga Rekha Perdana dari cabang olahraga boling nomor beregu. Pasangan ini berhasil meraih total poin terbanyak, yaitu 648 poin.
Baca Juga:Nadin Amizah Ungkap Arti Lagu “Rayuan Perempuan Gila” Relate dengan KisahnyaUkrainian President Signs Bill Banning Book Imports from Russia, Belarus
Atlet bowler Special Olympics Eza yang berasal dari Bontang, Kalimantan Timur ini mencetak 261 poin, sementara rekannya Anga dari Kabupaten Galle, Jawa Barat mencetak 387 poin.
Pasangan atlet Olimpiade Khusus Austria André Kowald/Jürgen Horvath meraih perak dengan 621 poin, sedangkan pasangan atlet Olimpiade Khusus Kazakhstan Aman Saken/Sanshar Bazarek meraih perunggu dengan 490 poin.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, pelatih boling Roy Agustinus Soeseriso mengatakan, “Kami berkumpul dan berlatih bersama selama satu bulan penuh.”
Roy mengatakan tim boling mengalami perkembangan secara fisik, teknik dan mental selama pemusatan latihan nasional yang digelar di Semarang dari 8 Mei hingga 8 Juni.
“yang jelas, kami membangun kekompakan terlebih dahulu di antara anggota tim agar bisa saling memahami,” kata Roy.
Kedua pemain mengungkapkan rasa syukur mereka. Keduanya mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.
Tim nasional Indonesia menyertakan pemain pasangan di cabang olahraga boling dan bulutangkis. Tujuan dari nomor punggung olahraga ini adalah untuk mempromosikan inklusi dalam olahraga.
Baca Juga:Tanzania Opens Embassy in JakartaFix! Nacho Fernandez Perpanjang Kontrak Bersama Real Madrid Sampai 2024
Para pemain dengan keterampilan khusus atau disabilitas intelektual bermain dalam tim atau berpasangan dengan pasangan yang bukan penyandang disabilitas.
Selain medali emas di cabang olahraga bowling, medali emas juga diraih di cabang olahraga bulu tangkis.
Dua pebulutangkis Special Olympics Indonesia Naufal Dwi Kurnia dari Yogyakarta dan Ananias Lilin Pratiwi dari Jawa Tengah, serta dua atlet pendamping dari Jawa Tengah Alfonsus William dan Kristiyana Febrianti berhasil mengalahkan lawan-lawannya di nomor ganda campuran putri dan ganda campuran putra.
