Orang tua juga perlu bersikap terbuka untuk mempelajari tren dan manfaat yang mungkin di peroleh anak dari permainan ini.
Keamanan dan privasi juga menjadi perhatian penting dalam penggunaan media sosial dan dunia digital.
Kantiana menyarankan agar orang tua mengajarkan anak-anak tentang penggunaan media sosial yang tepat.
Baca Juga:Toyota Alphard 2024 Resmi Dikeluarkan, Harga Mulai Rp 500 JutaanApa itu Endemi? Begini Penjelasan, Faktor Penentu dan Indikator Transisinya
Termasuk hal-hal yang seharusnya di bagikan dan tidak di bagikan serta di tampilkan di media sosial untuk menjaga privasi anak.
Bagi anak-anak yang masih muda dan remaja, penggunaan media sosial perlu di monitor dengan lebih intens oleh orang tua dan pengasuh untuk menjaga keamanan mereka.
Orang tua perlu mengamati dan memfilter konten-konten yang sesuai dan cocok untuk anak-anak.
Tidak semua konten dalam media sosial, termasuk dalam permainan roleplay, memiliki manfaat, cerita, atau dampak positif.
Kantiana menekankan pentingnya memberikan batasan yang jelas kepada anak tentang jenis konten yang sesuai dengan usia mereka.
Jika diperlukan, orang tua dapat membatasi penggunaan media sosial.
Namun, penting untuk memberikan alternatif kegiatan positif kepada anak agar mereka tetap memiliki kegiatan yang bermanfaat.
Misalnya, mengarahkan anak untuk bergabung dalam kelompok drama, komunitas seni, atau mengikuti kursus tari.
Baca Juga:Begini Cara Chat di Aplikasi Gojek Seperti yang Dilakukan Syahnaz dan Rendy7 Makanan yang Perlu Dihindari Saat Diare agar Tidak Memperburuk Gejala
Hal ini dapat membantu mereka menyalurkan minat mereka dalam tampil atau berperforma secara positif.
Pada akhirnya, keselamatan dan privasi dalam penggunaan media sosial merupakan hal yang sangat penting.
Orang tua dapat membantu anak-anak menghindari dampak negatif dan memanfaatkan permainan roleplay serta media sosial dengan cara yang positif.
