Dampak Roleplay di Media Sosial, Antara Kreativitas dan Identitas Anak

Dampak Roleplay
Dampak Roleplay
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Istilah roleplay dan dampaknya sedang menjadi topik yang banyak di bicarakan setelah menjadi viral di TikTok.

Menurut psikolog klinis Kantiana Taslim, dalam permainan roleplay, pengguna dapat menggunakan identitas yang mereka buat bukan identitas asli mereka.

Sebuah jurnal penelitian mengungkapkan bahwa hal ini memungkinkan pengguna untuk menampilkan versi diri yang mereka pilih.

Baca Juga:Toyota Alphard 2024 Resmi Dikeluarkan, Harga Mulai Rp 500 JutaanApa itu Endemi? Begini Penjelasan, Faktor Penentu dan Indikator Transisinya

Mereka dapat berperan sesuai dengan tren atau tuntutan lingkungan sosial mereka dengan harapan dapat di terima dan berpartisipasi dalam komunitas tersebut.

Namun, ini dapat membuat anak-anak dan individu menjadi rentan dan menghambat eksplorasi identitas mereka.

Eksplorasi dan pembentukan identitas diri merupakan tugas penting dalam perkembangan remaja.

Mereka mungkin cenderung hanya menampilkan diri sesuai dengan apa yang mereka anggap dapat di terima oleh lingkungan.

Sehingga tidak menjadi diri mereka yang sebenarnya.

Namun, ini tidak berarti bahwa hal ini tidak dapat di cegah.

Penting bagi orang tua dan pengasuh untuk memberikan arahan yang tepat dan membuka komunikasi dengan anak-anak mengenai penggunaan media sosial secara bijaksana.

Pengawasan yang tepat di perlukan dalam penggunaan media sosial, termasuk memperhatikan kesesuaian konten dengan usia pengguna, batasan waktu penggunaan, serta faktor keamanan dan privasi.

Baca Juga:Begini Cara Chat di Aplikasi Gojek Seperti yang Dilakukan Syahnaz dan Rendy7 Makanan yang Perlu Dihindari Saat Diare agar Tidak Memperburuk Gejala

Permainan roleplay sebenarnya dapat menjadi kesempatan bagi anak-anak dan individu untuk mengasah kreativitas, membangun jaringan sosial dengan orang lain yang memiliki minat serupa.

Dan mengekspresikan serta mengasah bakat mereka.

Kantiana menekankan pentingnya pengawasan dan pembatasan konten roleplay yang sesuai dengan usia anak.

Dengan pengawasan yang tepat, dampak negatif dapat di minimalisir.

0 Komentar