Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sejak tahun 2001 hingga tahun 2023, jumlah penduduk Kota Kembang terus bertambah.
Pada tahun 2001, jumlah penduduk di Kota Bandung mencapai 2.146.360 jiwa.
Selama 10 tahun setelahnya, tepatnya pada tahun 2011, populasi itu naik 278.597 jiwa.
Sehingga jumlah penduduk Kota Bandung pada saat itu mencapai 2.424.957 jiwa, dengan kepadatan penduduk mencapai 14.494 jiwa per kilometer persegi.
Kemudian, pada tahun 2021, populasi warga di Kota Bandung kembali meningkat.
Jika dihitung dari tahun 2001 hingga 2021, total kenaikan populasi penduduk di Kota Bandung mencapai 306.540 jiwa.
Baca Juga:Disdik Kota Bogor Angkat Tangan Soal Maraknya Wisuda di Sekolah-Sekolah, Begini AlasannyaMasuki Usia ke-62, Presiden Jokowi Disambut Lagu Selamat Ulang Tahun saat Berkunjung ke Pasar Bogor
Sehingga pada tahun tersebut jumlah warga di Kota Bandung tercatat mencapai 2.452.900 jiwa, dengan kepadatan penduduk mencapai 14.388 jiwa per kilometer persegi.
Sedangkan di tahun 2022 jumlah penduduk kembali bertambah menjadi 2.461.553 jiwa, dan ditahun 2023 menjadi 2.469.589 jiwa.
Ruli Subhanudin mengaku bahwa pengendalian 4 SWK dilakukan sebab kawasan lahannya dinilai sudah penuh, selain pembangunan yang kian marak juga karena bertambahnya jumlah penduduk Kota Bandung.
“Supaya tidak melebihi daya tampung dan daya dukung.
Karena sudah padat bahkan kawasan kumuhnya pun banyak seperti di bawah Jembatan Layang Pasopati,” katanya.
Menurut keterangan Ruli Subhanudin, apabila daya tampung dan daya dukung wilayah tidak dilakukan pengendalian, maka dampaknya bisa domino.
Selain kian padatnya tata ruang serta memadatnya akses lalu lintas, ia juga mengatakan dampak lainnya yakni terhadap lingkungan.
“Artinya fungsi dan daya dukung sudah tidak sesuai dengan daya tampung, maka bisa berdampak.
Bisa jadi banjir, macet dan lain-lain,” katanya, melanjutkan.
Baca Juga:Presiden Jokowi Tanggapi Pemeriksaan Mentan Syahrul Yasin Limpo oleh KPK Terkait DUgaan Korupsi: Hormati Proses Hukum!KPK Dalami Temuan Dewas Soal Pungli Rp4 Miliar di Rutan, Oknum Petugas Diduga Penerima Uang Sudah Diidentifikasi
Ruli Subhanudin berharap adanya kesadaran dan dukungan dadi masyarakat terhadap pengelolaan tata ruang di Kota Bandung.
“Saya harap ada kesadaran masyarakat juga dalam mendukung pengelolaan tata ruang di Kota Bandung.
Berfikir global tapi bertindak lokal,” kata Ruli Subhanudin memungkasi. (Bas)
