Teknologi Ini Klaim Bisa Charger Penuh Mobil Listrik Hanya 6 Menit Saja

JABAR EKSPRES- Mengisi daya mobil listrik dalam waktu singkat akan segera menjadi kenyataan berkat teknologi baterai yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Inggris.

Dilansir dari laman Drive pada hari Minggu (18/6), perusahaan bernama Nyobolt, bekerja sama dengan mantan kepala desain Jaguar-Land Rover Ian Callum, telah mengungkapkan teknologi baterai baru yang terdapat dalam mobil konsep yang sporty.

Mobil ini dilengkapi dengan lampu depan LED, kaca spion kamera, diffuser yang ramping, dan elemen lainnya yang berkontribusi pada efisiensi aerodinamis.

Dibandingkan dengan baterai EV lithium-ion konvensional yang ada saat ini, baterai Nyobolt menggunakan baterai anoda tungsten yang memungkinkan pengisian daya yang cepat.

Sel-sel baterai ini diklaim dapat bertahan sekitar 2000 siklus pengisian daya dan memiliki potensi masa pakai lebih dari 480.000 km.

Baterai 35kWh yang ringan tersebut dikatakan mampu melakukan pengisian ulang dengan tingkat 10C, yang berarti sel-sel baterai dapat mengisi daya hingga 10 kali lipat dari kapasitas yang dinyatakan dalam Ampere-jam.

Menurut perusahaan asal Inggris tersebut, baterai 35kWh ini dapat memberikan jarak tempuh maksimum 250 km dan dapat diisi ulang dari kondisi kosong dalam waktu kurang dari enam menit.

Sebagai perbandingan, Kia EV6 yang mampu mengisi daya dengan 350kW dalam enam menit hanya memiliki jarak tempuh sekitar 120 km.

Start-up asal Inggris ini telah mengumpulkan dana sebesar 50 juta euro atau sekitar Rp 820 miliar tahun lalu untuk mendirikan pabrik pembuatan baterai di Inggris. Perusahaan tersebut berencana untuk memulai produksi teknologi baterainya pada awal tahun 2024.

Mobil listrik Nyobolt diklaim memiliki konsumsi energi sekitar 14,3 kWh/100 km, yang serupa dengan Tesla dan termasuk dalam rentang mobil listrik yang lebih efisien.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan