JABAR EKSPRES – Jika Anda hanya mengenal Anjing yang bisa terinfeksi Rabies, ternyata kucing juga bisa terinfeksi rabies loh!
Rabies merupakan penyakit infeksi virus yang penularannya lewat gigitan hewan.
Adapun hewan yang bisa membawa virus rabies di antaranya ada kelelawar, kucing, anjing, tikus dan rakun.
Sehingga perlu dikenali ciri-cirinya pada hewan, terutama pada hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.
Baca Juga:Dragon Nest 2: Evolution 2023 Segera Rilis, Akses Pra Registrasi di Situs Ini!Jadwal Tayang The Flash XXI Bandung dan Harga Tiket Bioskop, Sabtu 16 Juni
Hal ini perlu diketahui sebagai salah satu cara untuk mencegah penularan virusnya pada manusia.
Bahkan anjing yang terjangkit juga senang bersembunyi di tempat gelap dan memakan makanan yang tak biasanya.
Kemudian seiring virusnya berkembang, anjing ataupun kucing yang terinfeksi bisa menjadi sensitif terhadap sentuhan, cahaya, dan suara.
Hingga mengalami kelumpuhan otot tenggorokan dan rahang hingga memunculkan gejala yang khas yaitu berupa busa atau buih pada mulut anjing.
Pada awalnya anjing atau kucing peliharaan dikenal jinak, namun jika terinfeksi bisa lebih sensitif, ganas, dan bahkan pemiliknya pun bisa saja diserang.
Apalagi pada anjing-anjing liar, infeksi virus ini bisa membuatnya menjadi lebih buas.
Namun, perlu diketahui tidak semua anjing menunjukkan tanda-tanda rabies yang sama.
Baca Juga:Pemain Film 13 Bom di Jakarta Akhirnya Terungkap, Warganet: Merinding!Game MMORPG Terbaru! Dragon Nest 2: Evolution Pra Registrasi, Ini Fitur Menariknya!
Beberapa anjing yang terinfeksi justru lebih pendiam, terlihat sakit, dan lemas.
Terkadang, anjing yang terinfeksi rabies juga tampak normal dan tidak menunjukkan gejala atau perubahan perilaku apa pun.
