Kenang Perjuangan Bung Karno, GMNI Gelar Upacara di Penjara Banceuy Bandung

Prosesi upacara yang sigelar GMNI di Penjara Banceuy.
Prosesi upacara yang sigelar GMNI di Penjara Banceuy.
0 Komentar

Yang sudah berkorban dalam mengusir penjajah Melawan Imperialisme, Kolonialisme Belanda itu sangat besar dan itu semua demi segenap anak bangsa yang menginginkan Merdeka dari Kolonial Belanda sejak lama.

“Perjuangan Ir.Soekarno dalam memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia hendaknya menjadi Spirit Kepada Kita Generasi Muda agar lebih semangat dalam Merawat Kemerdekaan yang telah diwariskan oleh Para The Founding Father Kepada Kita Khususnya Generasi Muda saat ini.”ujarnya.

Syam Firdaus berharap, agar kunjungan tersebut bukan hanya seremonial belaka, tapi semangat perjuangannya dapat dijadikan rujukan untuk senantiasa berjuang untuk dan demi kepentingan Rakyat dimanapun anda berada.

Baca Juga:Update Daftar Harga HP Samsung Galaxy A Series Terbaru Juni 2023 Mulai Satu JutaanSyarat dan Jadwal Lengkap PPDB 2023 Jenjang SMA

“Coba kita bayangkan Didalam Sel Tahanan yang begitu kecil di Penjara Banceuy Bung Karno Menuliskan Naskah Pledoinya kepada Kolonial Belanda dan Naskah itu begitu menggemparkan Pemerintahan Belanda saat itu dan Naskah Pidato itu kemudian dikenal dengan istilah Pledoi “Indonesia Menggugat”. ” tambahnya.

Bagaimana dengan kita, di era saat ini dengan kebebasan yang dimiliki mampukah kita untuk tetap dan selalu berpihak kepada kepentingan Rakyat Bangsa dan Negara? Mari kita ketuk dada kita masing-masing mampukah kita.

Dengan kondisi zaman yang sudah jauh berbeda ini untuk menghadapi tantangan zaman dan Mampu Bertahan, serta tetap Konsisten di dalam Langkah Perjuangan merupakan PR Besar Bagi kita, dan itu akan di uji oleh apa yang kita lakukan dalam Gerakan yang kita bangun.

Untuk itu Tanamkanlah di dalam Hatimu selalu bergerak dan berjuang demi dan atas kepentingan Rakyat Indonesia. Imbuh Syam saat memimpin jalannya upacara.

Kini, penjara itu sudah tak lagi terlihat dengan pandangan mata. Hanya ada pertokoan yang mengimpit sebuah bangunan mungil. Di antara toko-toko tersebut berdiri sel nomor 5, tempat Sukarno pernah ditahan karena aktif menyuarakan gerakan nasionalis Indonesia.

Sel berukuran sekitar 1,46 x 2,10 meter yang dipertahankan dan tak banyak diubah dari bentuk aslinya itu begitu terawat, bersih, dan nyaman. Kondisi itu tak terlepas dari kerja keras Ahmad (51) yang bertugas sebagai juru pelihara Situs Penjara Banceuy.

Selama 32 tahun hidup Ahmad dihabiskan untuk sel itu, tiap detail sel tersebut dikenalnya dengan fasih. Bahkan, kedekatannya pada bekas sel Bung Karno semakin membuatnya mencintai bangunan cagar budaya itu.

0 Komentar