Kupas Tuntas Biodiversitas, SEAMEO BIOTROP Gandeng IPB University Gelar Webinar Internasional

Direktur SEAMEO BIOTROP, Zulhamsyah Imran bersama sejumlah perwakilan peserta Webinar Internasional dari berbagai kalangan. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
Direktur SEAMEO BIOTROP, Zulhamsyah Imran bersama sejumlah perwakilan peserta Webinar Internasional dari berbagai kalangan. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
0 Komentar

Sementara itu, Prof Colin Michael Hall dari University of Canterbury menuturkan, pariwisata dapat menjadi alasan tentang perlunya menjaga biodiversitas.

“Dampak positifnya akan sangat terasa dalam skala lokal, namun dampak secara luasnya tetap harus dipertimbangkan,” paparnya.

Sementara itu Videografer bawah laut profesional, Wahyu Mul menyampaikan pentingnya peran videografi bawah air dalam upaya konservasi.

Baca Juga:PPDB 2023 di Kota Bogor Segera Dimulai, Ini Penjelasan Lengkap KadisdikKopdar Rutin, Jaga Kekompakan Anggota Ikatan Motor Honda Karawang

Sebab, sambung dia, lautan mencakup 70 persen dari permukaan bumi dan menjadi rumah bagi berbagai macam flora dan fauna.

“Namun, berbagai aktivitas manusia menjadi ancaman bagi keragaman hayati tersebut, seperti polusi, penangkapan ikan berlebih, pariwisata, dan perubahan iklim. Videografi bawah air dapat menjadi untuk memahami, mengawasi, dan melindungi ekosistem lautan,” serunya.

Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Prof Fredinan Yulianda menambahkan, bahwasanya di dalam konsep eko pariwisata, pemanfaatan berkelanjutan dari sumberdaya alam dilakukan dengan cara memperhatikan batas pemanfaatannya.

“Melalui pariswisata berkelanjutan dapat meminimalisir dampak pariwisata terhadap keberlangsungan sumberdaya perairan,” tukasnya.*(YUD)

0 Komentar