5 Cara Meraih Kebahagiaan Menurut Stoikisme, Hidup Dijamin Tentram dan Damai

Ilustrasi untuk artikel tips meraih kebahagiaan.
5 Cara Meraih Kebahagiaan Menurut Stoikisme, Hidup Dijamin Tentram dan Damai
0 Komentar

Kebanyakan orang percaya bahwa kebahagiaan datang melalui perolehan sesuatu yang lebih banyak.

Kita percaya bahwa kebahagiaan itu adalah dengan memiliki lebih banyak hal seperti kesuksesan, uang, popularitas, bakat, waktu, atau harta kekayaan.

Hal-hal di atas tidak menjamin kalau kita bisa hidup bahagia. Ingat, kaya raya adalah cobaan yang berat. Begitu juga dengan ketenaran dan bakat.

Baca Juga:Makna Lagu ‘Yellow’ karya Coldplay, Ada Sesuatu yang Aneh, Coba Perhatikan Ini!Spoiler One Piece 1084, Doflamingo Bakal Kembali Ramaikan Alur Kisah One Piece!

Hidup bakal jadi terasa menyusahkan kalau kita menginginkan lebih hal-hal di atas tadi. Bukannya tidak boleh, tapi jangan berlebihan. Secukupnya saja.

Kita menjadi budak dari keinginan kita sendiri. Namun hal yang sebaliknya juga benar. Kaum Stoa mengajarkan bahwa kita dapat membebaskan diri kita sendiri dengan hanya menginginkan lebih sedikit.

Manajemen keinginan untuk meraih kebahagiaan

Kita belum tentu bahagia dengan mendapatkan lebih banyak hal. Bahkan, meskipun kita mendapatkan semua hal yang kita inginkan, itu tidak akan pernah cukup.

Namun, kenyataannya adalah kita tidak akan mendapatkan semua hal yang kita inginkan.

Jika kita menggantungkan kebahagiaan kita pada hal-hal yang tidak kita miliki, maka pikiran kita hanya bakal tambah pening.

Sebaliknya, kita bisa belajar untuk menghargai apa yang sudah kita miliki. Alam telah memberikan banyak hal. Hanya saja kita tidak menyadarinya. Bersyukurlah.

Lihatlah apa yang kita miliki, lalu manfaatkan dengan baik. Kita tidak bisa mengendalikan apa yang tidak kita miliki, tapi kita bisa mengendalikan apa yang kita miliki.

Baca Juga:Makna Lagu ‘Yellow’ karya Coldplay, Bikin Bulu Kuduk Berdiri!7 Tips Meraih Kesuksesan Finansial untuk Hari Ini dan Esok yang Cerah

Kekayaan dan kekuatan sejati muncul dari kemampuan kita untuk memanfaatkan apa yang kita miliki secara baik, benar, berguna, dan bertanggungjawab.

Yang memberikan nilai adalah bagaimana kita menggunakannya, bukan hanya dengan memilikinya.

Kita hanya akan kecewa kalau kita hanya bisa berharap agar kehidupan mengamini apa yang kita inginkan.

Ingat, kita bukanlah pusat alam semesta di mana bintang-bintang berputar untuk kita. Dunia tidak berhutang apapun kepada kita. Kita bukanlah raja atau ratu yang berada di singgasana yang serba ada, guys.

Perlu digarisbawahi, Stoikisme tidak menitah kita untuk tidak memiliki keinginan. Namun, Stoikisme ingin kita bertindak bijak dan proporsional.

0 Komentar