“Selain memberikan kebaruan, pelaksanaan TPBIS pun unik, yaitu bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki tingkat kebutuhan akan literasi serta potensinya masing-masing, maka, perpustakaan desa sebagai wadah pembelajaran sepanjang hayat bagi masyarakat di lingkungan terkecilnya, melaksanakan fungsinya sesuai kebutuhan dan potensi masyarakat,” lanjutnya.
Ada yang bergerak dengan mengajar baca tulis tambahan bagi siswa yang kesulitan dalam belajar di sekolah, ada yang menyelenggarakan pelatihan komputer level dasar, ada pula yang menyelenggarakan pelatihan memanfaatkan sumber daya alam hingga dikemas secara baik dan siap dijual. Setiap daerah yang unik menyebabkan kegiatan pelibatan masyarakat di perpustakaan yang bertransformasi pun unik mempunyai ke khasan sesuai ciri khas budaya lokal, selaras dalam langkah masyarakat setempat menuju kemajuan.
“Kami berharap Bapak/Ibu selama mengikuti kegiatan Bimtek ini telah mengikuti dengan sebaik-baiknya, sehingga ilmunya bertambah untuk dapat meningkatkan kompetensi dan pada akhirnya akan menjadi bekal dalam mengimplementasikan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial sebagai upaya peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.
Baca Juga:Kena Prank! Final Lineup BABYMONSTER Resmi dengan 7 MemberPrakiraan Cuaca Bandung Hari ini, Jumat (12/5): Siang Hujan
Selain itu, “kami juga mohon masukan dari Bapak/ibu terkait pelaksanaan bimtek kali ini untuk perbaikan penyelenggaraan bimtek di masa yang akan datang. Semoga karya dan peran aktif Bapak dan Ibu sekalian dapat menjadi motivasi dan informasi bagi pengelola perpustakaan lainnya untuk terus bersemangat berkarya dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan rasa bahagia dan suka cita demi bangsa dan negara.”
Tugas mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia bukan perkara perorangan atau perkara satu instansi saja, melainkan tugas dari berbagai lapisan untuk ikut serta dalam terlaksananya tugas mulia ini. Kita semua bisa ambil peran. Kita semua harus ikut berperan dalam mentransformasi perpustakaan menjadi hidup dan terang di tengah-tengah masyarakat. Untuk Indonesia yang lebih berdaya dan sejahtera.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, DR. Hening Widiatmoko, MA menyampaikan, Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial merupakan perubahan inovasi dari perpustakaan nasional Republik Indonesia. Bertujuan untuk penguatan literasi masyarakat dan pemerataan informasi, untuk peningkatan kesejahteraan.
