JABAR EKSPRES- Salah satu firma akuntan Big Four, Ernst & Young dikabarkan masih melakukan proses audit keuangan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Dalam pemeriksaan ini, catatan keuangan yang diperiksa akan berada di era kepemimpinan Edy Rahmayadi, Joko Driyono, Iwan Budiyanto, Mochamad Iriawan, hingga Erick Thohir.
Buat yang belum tau, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir lah yang menunjuk Ernst & Young sebagai auditor PSSI.
Baca Juga:Jumlah Hutang Pemerintah Mencapai Rp.7,78 KuadriliunTikes SEA Games di Gratiskan, Namun Menimbulkan Kekacauan
Tujuannya sendiri agar keuangan PSSI bisa lebih transparan, terutama untuk menyambut Liga 1 musim 2023/2024.
Di musim ini, Liga 1 sendiri sempat mendapatkan sorotan, pasalnya PSM Makasar yang keluar sebagai juara dikabarkan hanya mendapatkan trofi dan tidak ada hadiah uang.
Namun, meski sudah sepakat tidak mendapat uang sebagai hadiah, Erick Thohir mengubah peraturan dan memastikan PSM Makassar mendapatkan uang hadiah sebesar Rp2 miliar.
Periode 2019-2023 Sistem Masih Manual
Salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga, menyatakan kalau terdapat berbagai tantangan dalam pemeriksaan proses audit di dua periode (2017-2019 dan 2019-2023), seperti Pembukuan, Pengumpulan data pemasukan, dan Pengeluaran secara rinci.
Pihak auditor juga mengalami tantangan atau kesulitan pemeriksaan karena per 2019-2023 sistem akuntansi dicatat manual.
Tanggapan dari Salah Satu Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga sebagai Anggota Komite Eksekutif PSSI mengatakan ;
“Dari internal review kami, di periode 2017-2019, tidak tercatat sama sekali pembukuannya, sehingga PSSI harus menggunakan jasa IT untuk mendapatkan data-data dari e-mail bagian keuangan di periode tersebut. Ada beberapa data fisik, namun tidak jelas. Misalnya, ada pengeluaran cek, namun tidak ada perinciannya.”
