JABAR EKSPRES-Pendapatan iklan YouTube mengalami penurunan sebesar 2,6%. Berikut adalah data dan penjelesan yang bisa kamu pahami :
Kuartal I 2022: $6,87 miliar atau sekitar Rp101,05 triliun
Kuartal I 2023: $6,69 miliar atau sekitar Rp98,40 triliun
Walaupun mengalami penurunan, angka tersebut melampaui perkiraan Street Account sebesar $6,6 miliar atau Rp97,07 triliun.
Baca Juga:Macet Kredit Pinjol di Dominasi Oleh Gen Z dan MilenialSejarah Hilangnya Game Flappy Bird Saat Sedang Naik Daun
Penurunan tersebut diperkirakan karena para pengiklan yang menarik diri dari platform tersebut, serta persaingan yang ketat dengan TikTok. TikTok sendiri menjadi aplikasi yang paling banyak di-download selama 3 tahun terakhir. Di tahun 2022 TikTok berhasil di-download sebanyak 672 juta kali.
Para content creator yang penghasilannya berasal dari iklan YouTube pun mulai menaruh perhatian pada penurunan iklan YouTube ini. Hal ini membuat perusahaan berfokus pada fitur video pendek YouTube Shorts. Pada Februari 2023, YouTube Shorts mencatatkan 50 miliar penayangan setiap harinya.
Tahun lalu jumlah channel yang mengunggah ke Shorts setiap hari meningkat lebih dari 80%. Mereka yang mengunggah setiap minggu di Shorts melihat mayoritas pelanggan saluran baru berasal dari unggahan Shorts mereka. Sundar Pichai CEO Google dan Alphabet
Alphabet selaku induk dari YouTube dan Google, mencatatkan pendapatannya sebesar $69,79 miliar atau sekitar Rp1,02 kuadriliun, naik 3% dari tahun sebelumnya $68 miliar atau sekitar Rp1 kuadriliun.
Penyumbang pendapatan terbesar Alphabet berasal dari Google Cloud, yang saat pertama kali diluncurkan meraup keuntungan sebesar $191 juta atau Rp2,8 triliun.
