Jalan Otista Bogor Ditutup Total, Pengendara Terpaksa Ikuti Rekayasa Lalu Lintas

Suasana ruas Jalan Otto Iskandardinata (Otista) tepatnya di jembatan Otista, Kota Bogor pasca ditutup oleh Pemerintah Kota Bogor, Selasa (2/5) dini hari. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
Suasana ruas Jalan Otto Iskandardinata (Otista) tepatnya di jembatan Otista, Kota Bogor pasca ditutup oleh Pemerintah Kota Bogor, Selasa (2/5) dini hari. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES  – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi menutup sementara ruas Jalan Otto Iskandardinata (Otista) sejak Senin 1 Mei 2023 malam.

Akibatnya, akses jalan yang mengarah ke Jalan Suryakencana tidak bisa lagi dilintasi oleh semua jenis kendaraan maupun pejalan kaki hingga Desember 2023 mendatang.

Para pengendara pun terpaksa harus mengikuti skenario rekayasa lalu lintas yang diterapkan pihak Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polresta Bogor Kota dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor dengan sistem pengalihan arus.

Baca Juga:Pencuri di Perumahan Sahara Cimenyan Ternyata Residivis! Sudah Lakukan 50 Kali PencurianPolresta Bandung Tangkap 3 Pelaku Pencurian di Cimenyan, Diantaranya Residivis Curat dan Pengeroyokan

Penutupan Jalan Otista itu dipimpin langsung Wali Kota Bogor, Bima Arya didampingi Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah bersama pimpinan Forkopimda dengan melakukan aktivasi Traffic Light (TL) di simpang Tugu Kujang pada Senin 1 Mei 2023 malam.

Kendaraan yang semula dari arah Terminal Baranangsiang masuk ke Jalan Otista saat ini tetap diarahkan berada di Jalan Raya Pajajaran atau diluruskan  menuju arah Simpang RS Siloam menuju Simpang Plaza Jambu Dua yang kini menjadi dua arah.

“Kita aktivasi lampu pengatur lalu lintas di Tugu Kujang sebagai penanda berlakunya rekayasa lalu lintas dan penutupan Jembatan Otista,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Dirinya menjelaskan, selama satu pekan ini pihaknya mengerahkan ratusan petugas dari berbagai unsur yang mulai bertugas selama 24 jam secara bergantian untuk meninjau dan memperhatikan sebagai bahan evaluasi pelaksanaan di lapangan.

“Mengingat pagi ini merupakan hari pertama masuk kerja dan sekolah, maka akan ada penyesuaian selama satu minggu sekolah-sekolah akan masuk di jam 8 pagi selama satu minggu. Kita harap warga bisa menyesuaikan semua, untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, selama penutupan Jalan Otista dan diberlakukannya rekayasa lalu lintas, Pemkot Bogor bersama Forkopimda terbuka lebar untuk menerima evaluasi, masukan dan saran dari warga apabila di lapangan perlu ada perbaikan perbaikan atau penyesuaian skenario.

Bima Arya menekankan, imbas penutupan Jalan Otista ini tidak hanya berlaku bagi para pengendara, akan tetapi juga bagi masyarakat yang berolahraga di seputaran SSA.

0 Komentar