JABAR EKSPRES – Umat muslim wajib membayar zakat fitrah di bulan Ramadan atau sebelum melaksanakan salat Ied. Namun, bagaimana hukum melaksanakan zakat fitrah bila meninggal di bulan Ramadan?
Dilansir dari laman islam.nu.or.id, ulama Syafi’iyah berpendapat mengenai dua waktu wajib untuk membayar zakat fitrah: (1) ketika masa akhir bulan Ramadan atau sebelum terbenamnya matahari di akhir Ramadan dan (2) ketika awal bulan Syawal, yakni setelah terbenamnya matahari lepas akhir Ramadan.
Apabila seseorang tidak melaksanakan zakat fitrah pada kedua waktu tersebut, maka gugurlah kewajiban zakat fitrahnya.
Baca Juga:Nutritionist: Limit Consumption of Foods Containing Coconut Milk during Eid Al-FitrCalls Sudan Military Leaders, Erdogan Urges Protection for Turkish Citizens
Hal ini berdasarkan pendapat Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani, Nihayah az-Zain, halaman 174:
الثاني: أن يدرك وقت وجوبها الذي هو آخر جزء من رمضان وأوّل جزء من شوال، فتخرج عمن مات بعد الغروب وعمن ولد قبله ولو بلحظة دون من مات قبله ودون من ولد بعده
Artinya:
Sebagaimana penjelasan dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji ‘ala al-Madzhab al-Imam as-Syafi’I sebagi berikut:
الثاني- غروب شمس آخر يوم من رمضان: فمن مات بعد غروب ذلك اليوم، وجبت زكاة الفطر عنه، سواء مات بعد أن تمكن من إخراجها، أم مات قبله، بخلاف من ولد بعده. ومن مات قبل غروب شمسه لم تجب في حقه، بخلاف من ولد قبله
Artinya:
“Syarat kedua adalah terbenamnya matahari di akhir hari dari Ramadhan. Maka orang yang meninggal setelah terbenamnya matahari pada hari tersebut, maka wajib zakat fitrah atas dirinya. Baik ia meninggal setelah mampu untuk mengeluarkan zakat atau sebelum mampu. Berbeda hukumnya bagi bayi yang lahir setelah terbenamnya matahari. Sedangkan orang yang meninggal sebelum terbenamnya matahari (di hari akhir Ramadhan) maka tidak wajib zakat bagi dirinya, berbeda hukumnya bagi bayi yang lahir sebelum terbenamnya matahari” (Dr. Musthafa Said al-Khin dan Dr. Musthafa al-Bugha, al-Fiqh al-Manhaji ‘ala al-Madzhab al-Imam as-Syafi’i, juz 1, hal. 150) .
