JABAR EKSPRES – Simak informasi seputar cara puasa setengah hari untuk anak dan jam penerapannya di bawah ini.
Saat ini, umat islam sedang melaksanakan salah satu ibadah wajib yaitu rukun islam yang ketiga berpuasa.
Ibadah puasa yang sedang dijalankan adalah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh atau 29-30 hari.
Baca Juga:LINK Tes Ujian Trauma Jatuh Cinta (Google Form) Viral, Cek di Sini!Promo HokBen Bento Ramadhan 2023, Dapat Takjil Gratis Lho!
Melaksanakan ibadah puasa menjadi kewajiban bagi umat islam, berakal sehat, yang sudah baligh, yang mampu dan mengetahui awal Ramadhan karena menjadi salah satu syarat berpuasa.
Lantas bagaimana jika ingin menerapkan ibadah puasa kepada anak-anak? Begini penjelasan lebih lengkapnya.
Cara Penerapan Puasa Setengah Hari Bagi Anak
Salah satu syarat wajib berpuasa adalah sudah baligh yang ditandai bagi anak laki-laki adalah keluarnya air mani ketika tidur atau terjaga, dan bagi perempuan sudah haid atau menstruasi.
Jika belum keluar mani atau haid, adapun usia baligh itu terhitung pada usia 15 tahun dari usia kelahirannya.
Nah, bagi orang tua yang ingin menerapkan puasa bagi anak, pastikan terlebih dahulu apakah anak Anda sudah memasuki usia baligh atau belum?
Jika belum baligh, tidak diwajibkan bagi seorang anak untuk mengikuti puasa satu hari penuh.
Akan tetapi, bagi yang sudah baligh wajib mengerjakan puasa satu hari penuh jika tidak memliki uzur sama sekali.
Baca Juga:Harga NEW Honda BeAT, Genio dan Scoopy April 2023, Termurah Mana?LINK Tes Ujian Bucin dan Mencintai Diam-Diam (Google Form) Viral
Apabila orang tua ingin menerapkan puasa setengah hari, sebenarnya tidak ada dasarnya dalam Islam.
Seperti dikutip dari laman NU Online, istilah puasa beduk yang banyak disebutkan atau puasa yang dimulai dari waktu Subuh hingga azan Zuhur ini tentu sudah tak asing di dengar.
Sebenarnya puasa beduk ini tak ada dasarnya dalam agama Islam, karena hakikat puasa adalah dari subuh hingga magrib tiba.
Jadi, puasa beduk atau puasa setengah hari ini hukumnya haram untuk orang dewasa.
Dikarenakan ia membatalkan puasanya bukan pada waktunya (kecuali memiliki uzur syar’i yang boleh berbuka).
Namun bagi anak-anak, puasa beduk Zuhur ini boleh saja dilakukan sebagai bentuk latihan dan proses tahapan di kemudian hari agar ia dapat berpuasa satu hari penuh.
