Dengan memberikan kesaksian palsu, maka pahala puasa yang kita dapat berkurang dan puasa yang dilakukan hanya untuk sekedar menahan lapar dan haus.
Korupsi
Jika berdusta, kesaksian palsu, dan fitnah merupakan kebohongan secara lisan, maka korupsi atau mencuri merupakan kebohongan secara tindakan.
Rasulullah SAW. pun telah mewanti-wanti tindakan ini dalam haditsnya seperti yang Abdullah bin Yazid RA. sanadkan berikut.
أَنَّهُ نَهَى عَنْ النُّهْبَةِ وَالْمُثْلَةِ
“Beliau melarang nuhbah (harta rampokan) dan perbuatan mutilasi.” (HR. Bukhari)
Baca Juga:Dampak Yang Ditimbulkan Jika Indonesia Gagal Menyelenggarakan Piala Dunia U-20Begini Caranya Agar Cairan Tubuhmu Tahan Saat Berpuasa!
Maksiat lainnya
Hal ini berkaitan dengan berbagai kegiatan yang berbau kemaksiatan lainnya dan menyebabkan potensi kehilangan pahala puasa. Oleh karenanya, kita perlu tetap waspada terhadap berbagai kegiatan yang dilakukan agar terhindar dari hal-hal yang membuat nilai puasa kita berkurang.
Demikianlah ulasan terhadap hal-hal yang dapat membuat puasa seseorang menjadi sia-sia. Tetap berhati-hati dalam melaksanakan segala sesuatu di bulan Ramadhan ini agar puasa yang dilakukan bukan hanya menahan lapar dan haus saja. (*)
