JABAR EKSPRES – Kasus bullying atau kekerasan terhadap pelajar di Jawa Barat sudah terlapor ke aplikasi Stopper hingga Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) pun buka suara.
Kasus bullying atau kekerasan yang terjadi di ranah pelajar Jawa Barat kini menjadi perhatian Disdik Jabar, terlebih sejumlah kasus telah dilaporkan ke aplikasi Stopper.
Aplikais ini diklaim bisa membantu pemerintah dalam menangani adanya kasus bullying atau kekerasan termasuk terhadap pelajar dan kasus meresahkan lainnya.
Baca Juga:Alshad Ahmad Sempat Ngaku Trauma Berpacaran Sebelum Diisukan Bercerai Dengan Nissa AsyifaKomunitas Korwil IV Jabar Gelar KOPDARGAB di Subang
Yesa menambahkan, ada setidaknya 8 laporan kasus tersebut dilakukan oleh siswa-siswi SMA/SMK dan guru. Sehingga semua laporan yang masuk ke dalam aplikasi Stopper, Dia mengaku akan ditindaklanjuti secara langsung.
“Sanksinya pembinaan, termasuk guru, tapi kalau fisik ya biasanya berunding dengan orang tua baik pelaku dan korban orang tua. Artinya bisa masuk ranah hukum,” pungkasnya
