Tips Cuan Investasi Saham, Dijamin Berhasil!

Chart Saham
Investasi diri terlebih dahulu sebelum investasi saham (Foto: www.mncsekuritas.id)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Investasi merupakan hal terpenting yang harus dilakukan oleh setiap insan. Baik itu investasi terhadap diri, relasi, maupun keuangan.

Dewasa ini, orang-orang mulai melakukan investasi keuangan seperti trading, reksadana, dan lain sejenisnya. Yang paling gencar saat ini dan begitu familiar di telinga kita adalah investasi saham.

Dilansir dari Stock Up Indonesia, ada beberapa jenis kegalauan yang dirasakan oleh investor pemula, yaitu:

Baca Juga:Hal Yang Harus Dipersiapkan Untuk Menyambut RamadhanMacam-Macam Generasi Di Indonesia, Kamu Di Bagian Mana?

  1. Membeli saham karena ikut-ikutan dan berakhir nyangkut.
  2. Kebanyakan disverifikasi sehingga keuntungan menjadi tidak maksimal.
  3. Kepala cenat cenut karena terlalu sering cut loss.
  4. Bingung dalam waktu menjual saham sehingga gagal bagger.

Dari empat kegalauan tersebut, biasanya disebabkan oleh tiga faktor. Berikut faktor yang mempengaruhi kamu dalam meraup cuan investasi.

  1. Membeli saham hanya karena modal feeling, bukan analisis

Penanaman saham bukanlah sebuah mainan. Walaupun dalam hal jual belinya sangat mudah dilakukan, cukup dengan top up dana ke RDN lalu klik ini itu, kamu berhasil membeli sebuah saham.

Apalagi banyak aplikasi (tentunya yang terdaftar di OJK) yang menyediakan jalan untuk kamu membeli saham. Tapi, saham tidak sesederhana itu.

Membeli saham berarti membeli Sebagian porsi kepemilikan bisnis perusahaan.

Konsepnya, kamu memerlukan analisis fundamental (dasar) perusahaan terlebih dahulu sebelum menginvestasikan dana kamu di saham. Lalu, kamu beli sahamnya dan kemudian analisis kenapa harga sahamnya malah tidak naik atau turun terus.

Jangan membalikkan konsepnya, ya!

  1. Tidak belajar dari kesalahan

Hal ini merupakan rahasia umum bagi setiap investor pemula. Mereka ga belajar dari kesalahan yang mana mereka membeli saham karena ikut-ikutan, mendengar saran orang-orang, atau hanya melihat saham yang sedang hype. Ending dari ini kita semua sudah tahu, yap nyangkut.

Bukannya belajar untuk memperbaiki kesalahan yang dilakukan, eh malah mengulangi lagi kesalahan yang sama. Mereka menggunakan alasan yang sama untuk mendapatkan untung yang benar-benar untung.

0 Komentar