JABAR EKSPRES – Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan stabilitas sektor jasa keuangan (SJK) tetap terjaga meskipun dihadapkan tantangan perekonomian global dan dinamika perkembangan domestic.
“Pertumbuhan ekonomi global kami nilai relatif stagnan dengan inflasi di beberapa negara maju mulai menunjukan tren penurunan,” kata Ketua Dewan Komsioner OJK Mahendra Siregar dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner OJK.
Pasar tenaga kerja tetap kuat dan kebijkana moneter cenderung netral, dengan Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed diperkirakan hanya akan memangkas Fed Fund Rate (FFR) satu hingga maksimal dua kali pada tahun 2025.
Baca Juga:Danantara Bakal Danai Proyek Hilirisasi, Rosan: Masih dalam Tahap Kajian!Ratusan Rumah di Komplek GBI Bandung Kebanjiran, Warga Harapkan Tindakan Pemerintah
Tidak hanya itu, terkait perencanaan tarif baru Amerika Serikat terhadap negara mitra dagang utamanya nampaknya semakin pasti akan diterapkan.
Hal ini, tentunya akan meningkatkan ketidakpastian di perekonomian, utamanya perdagangan global.
Sedangkan, Bank Sentral Tiongkok mempertahankan suku bunga sebagai acuan yang menunjukan pendekatan hati-hati dalam pelonggaran kebijakan moneter.
