JABAR EKSPRES – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa hingga Desember 2024, penyaluran pembiayaan melalui Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau pinjaman daring (pindar/fintech lending) di sektor produktif, termasuk UMKM, mencapai Rp8,45 triliun.
Hal ini disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman di Jakarta, Senin (10/3).
“Penyaluran pindar kepada sektor produktif per Desember 2024 sebesar Rp8,45 triliun atau 30,19 persen dari total penyaluran pendanaan,” ucapnya.
Baca Juga:Beras atau Uang? Begini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat Tentang Zakat FitrahKetua DPRD Bogor Sastra Winara Desak Disperdagin Perketat Pengawasan Minyak Curah Menjelang Lebaran
Agusman menambahkan, OJK akan terus mendorong peningkatan pembiayaan untuk sektor produktif dan UMKM sesuai dengan Roadmap Pengembangan dan Penguatan LPBBTI 2023-2028.
Untuk itu, pihaknya juga terus mendalami kesiapan infrastruktur pengawasan dan kondisi industri LPBBTI sebelum membuka moratorium.
Pada akhir tahun 2024, industri fintech lending menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan outstanding pembiayaan tercatat meningkat 29,14 persen year on year (yoy) mencapai Rp77,02 triliun.
Namun, tidak sedikit tantangan yang harus dihadapi, seperti masalah kredit macet atau pendanaan bermasalah yang mencapai Rp2,01 triliun, mayoritas berasal dari peminjam individu, yakni sebesar 74,74 persen.
“Dari porsi individu tersebut, didominasi dengan borrower usia 19-34 tahun sebesar 52,01 persen dan usia 35-54 tahun sebesar 41,49 persen,” ujar Agusman.
OJK terus memantau kualitas pendanaan di industri pinjaman daring, dengan faktor-faktor seperti credit scoring penerima dana dan proses penagihan yang dilakukan oleh penyelenggara sebagai penyebab utama rasio TWP90.
Per Desember 2024, terdapat 22 penyelenggara fintech lending dengan tingkat wanprestasi atau TWP90 lebih dari 5 persen, meningkat satu entitas dibandingkan bulan sebelumnya.
Baca Juga:Sempat Viral di Medsos, 2 Terduga Begal di Setiabudi Bandung Berhasil Diringkus Polisi!Rumah Quran Isyaroh, Cahaya bagi Santri Tuna Rungu
Agusman memperingatkan agar masyarakat dan pelaku usaha tetap waspada, terutama menjelang Lebaran, ketika permintaan kredit, baik melalui platform buy now pay later (BNPL) maupun pinjaman daring, diperkirakan akan meningkat.
Berdasarkan data OJK, hingga Januari 2025, penyaluran kredit melalui platform BNPL tercatat mencapai Rp26,69 triliun, tumbuh 44,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
