JABAR EKSPRES – Kabar menggemparkan dari Filipina di mana seorang gubernur Filipina ditembak hingga meninggal oleh orang-orang berseragam dan bersenjata.
Adapun Gubernur Filipina Negros Oriental Roel Degamo mendapatkan nasib nahas tersebut saat ia sedang melakukan kunjungan ke sebuah desa di Filipina tengah.
Gubernur Filipina Negros Oriental Roel Degamo tewas di tangan enam pria bersenjata yang pada saat kejadian menyamar menjadi militer.
Baca Juga:Dapat Saldo DANA Gratis Lewat LINK DANA Kaget Hari Ini 5 Maret 2023Langsung ACC Saat Itu Juga! Inilah Pinjol Cepat Cair Tanpa Nolak
Tidak hanya menewaskan seorang pejabat tinggi, namun aksi brutal para pelaku tersebut juga merenggut nyawa lima penduduk sipil setempat.
Kejadian yang diduga disebabkan oleh kerasnya persaingan politik di wilayah tersebut pun mendapatkan atensi nasional. Setidaknya kepala negara tersebut pun mengutuk keras para pelaku.
“Pemerintahan saya tidak akan berhenti sampai kami membawa para pelaku kejahatan pengecut dan keji ini ke pengadilan,” kata Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr dalam sebuah pernyataan resminya, dikutip dari NPR, Minggu, 5 Maret 2023.
Semenjak itu, pihak kepolisian setempat langsung mendirikan pos pemeriksaan untuk meningkatkan keamanan serta melalukan pencarian secara serius untuk menangkap para tersangka.
Marcos mengutuk keras kebrutalan peristiwa ngeri yang terjadi pada pagi hari ini di mana saat itu para penduduk miskin di depan rumah Degamo untuk mendapatkan bantuan.
Meski para pelaku belum terjaring, Presiden Marcos memberikan sinyal keras dan lugas untuk para tersangka penembak gubernur Filipina itu.
“Kami akan menemukan kalian. Jika kalian menyerah sekarang, itu akan menjadi pilihan terbaik Anda,” ucap Presiden Marcos.
Baca Juga:Rp150 Ribu Cair Lagi! Aplikasi Terbaru 2023 Penghasil Saldo DANA GratisAsli Cair! Game Terupdate 2023 Menghasilkan Saldo DANA Gratis Rp150 Ribu
Gesekan politik yang keras diduga merupakan penyebab dari segala peristiwa horor ini. Padahal, pemerintah terkait sudah berjanji akan memerangi kriminalitas akibat benturan sikap politik di wilayah setempat.
Serangan terhadap para pejabat lokal Filipina bukan kali ini saja terjadi.
Peristiwa seperti ini juga terjadi pada Gubernur Mamintal Alonto Adiong pada bulan. Untungnya, ia hanya mendapatkan luka akibat serangan brutal penembakan saat konvoi mereka. Akan tetapi, empat pengawalnya tewas.
