JABAREKSPRES – Gubernur Provinsi Oriental Negros Roel Degamo Filipina dikonfirmasi meninggal dunia setelah mengalami insiden mengerikan dirumahnya. Gubernur Filipina ini tewas ditembak oleh komplotan bersenjata saat sedang menerima tamu.
Selain Gubernur Filipina, ada lima orang lainnya yang juga tewas ditembak dalam insiden berdarah yang terjadi pada Sabtu (4/3) pagi tersebut. Lima orang tersebut diduga merupakan tamu dari sang Gubernur.
Gubernur Degamo dikonfirmasi oleh keluarganya mengalami luka tembak serius hingga nyawanya tidak bisa ditolong meski sudah berusaha dilarikan ke rumah sakit.
Baca Juga:Fantastis, Ini Daftar Harga Uang Kuno Indonesia, Termasuk Koin 1000 Kelapa sawitAda DANA Rp10 Juta Gratis Untuk Kamu, Asal Download Aplikasi ini
Demikian juga dengan lima orang yang berada dilokasi kejadian bersama Sang Gubernur.
Dari beberapa video yang viral di mesia sosial Youtube, yang diduga merupakan rekaman cctv dilokasi kejadian memperlihatkan, adanya sekelompok pria yang memasuki gerbang rumah sang Gubernur.
Bahkan salah satunya sempat berbincang yang sepertinya menanyakan sesuatu kepada seseorang yang membukakan pintu untuk mereka,
Namun tak berapa lama, tampak beberapa orang mengikuti masuk kedalam halaman rumah tersebut dan langsung menembakkan senjata yang dibawanya secara membabi buta.
Diduga pelaku penembakan tersebut berjumlah 10 orang, yang melakukan aksi tersebut dengan menggunakan dua mobil, yakni satu buah SUV dan satu Truk Pick Up.
Enam orang diantaranya menggunakan senjata lengkap yang menjadi eksekutor sang Gubernur dan korban lainnya.
Setelah melancarkan aksinya seluruh pelaku langsung melarikan diri. Kepolisan setempat mengaku masih mengejar dan melacak keberadaan para pelaku tersebut.
Baca Juga:Ikutan Survey Langsung Dikasih Saldo DANA Gratis Rp250.000 Perhari, Gampang BangetLink Tes Ujian Jomblo via Google Form Terbaru Maret 2023, Yang Jomblo Ayo Merapat
Menanggapi hal tersebut, Presiden Ferdinand Marcos langsung melakukan siaran pers dan mengutuk pembunuhan tersebut. Terlebih lagi Gubernur Degamo merupakan salah satu sekutu politiknya.
“Pemerintah saya tidak akan berhenti sampai kami membawa para pelaku kejahatan pengecut dan keji ini ke pengadilan,” tegas Marcos seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (4/3).
