SMKN 8 Bandung Ciptakan Inovasi di Bidang Otomotif  

HASIL MODIFIKASI: Arya,16, salah satu siswa yang berpartisipasi dalam pengerjaan motor listrik di SMKN 8 Bandung. (Sadam Husen/Jabar Ekspres)
HASIL MODIFIKASI: Arya,16, salah satu siswa yang berpartisipasi dalam pengerjaan motor listrik di SMKN 8 Bandung. (Sadam Husen/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Sulap Motor Konvensional Menjadi Tenaga Listrik

Inovatif. Kata tersebut layak disematkan kepada para siswa di SMKN 8 Bandung. Mereka berhasil menyulap motor berbahan dasar minyak menjadi tenaga listrik. Motor bernama “Matric” ini, merupakan bentuk dukungan terhadap pemerintah, terkait upaya pengembangan energi terbarukan.

Sadam Husen, Kota Bandung, Jabar Ekspres

Jabar Ekspres berkesempatan berbincang-bincang dengan Kepala Kompetensi Keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor SMKN 8 Bandung, Deden Bhakti Indradi Dariyana.

Dia menceritakan awal pengerjaan proyek ini hingga berhasil seperti saat ini. Menurutnya, ide tercetusnya proyek ini didasari dari adanya kurikulum terkait motor listrik dan pemanfaatan sparepart motor bekas.

Baca Juga:Update! Kondisi Bocah Korban Penganiyaan di Cimahi Membaik, Ternyata Ingin Lanjutkan SekolahHadapi Bali United, Persib Bandung Bawa Misi Balas Dendam

“Jadi awalnya dibuat motor ini, karena kita ada kurikulum tentang motor listrik. Ditambah ada project tentang modifikasi motor, setelah kita bongkar mesinnya, sayang kalau body-nya enggak kita manfaatkan, akhirnya kita buat ini,” ujar Deden, Jumat (10/2/2023).

Keberhasil ini, ujar dia, merupakan kolaborasi antara guru dan murid. Proyek ini dimulai pada Desember dan selesai dalam kurun waktu 2 pekan.

Hal tersebut karena mengejar jadwal pameran bertajuk Explore Jabar di Majalengka.

“Karena mengejar pameran di Majalengka, jadi kita percepat. Agar kita bisa mengikuti pameran tersebut, saat itu waktunya tinggal dua minggu,” kata Deden.

Dalam proyek seperti ini, kata dia, keamanan dan kenyamanan pengendara menjadi fokus utama. Mengingat motor listrik masih terbilang baru bagi masyarakat.

’’Terkait keamanan berkendara, kemarin kita mengupayakan tentang klakson yang harus dipastikan berfungsi. Karena saat motor ini jalan, tidak menimbulkan suara, itu sebagai pemberi sinyal bagi kendaraan lain,” tambahnya.

Pihaknya juga terus mengembangkan proyek ini untuk membenahi kekurangan dari segi teknologi. “Di unit yang sudah jadi ini, kita akan terapkan teknologi IT. Seperti menambahkan fitur sidik jari yang nyambung dengan handphone, jadi motor hanya bisa menyala oleh pemiliknya. Dan fitur gps untuk melacak posisi motor,” ungkapnya.

Baca Juga:Penggiat dan Komunitas Masih Minim, Literasi Sejarah di KBB Belum Optimal     Tata Kelola Energi Primer Kokoh, PLN Tak Khawatir Ancaman Krisis Energi Global

Saat ini, SMKN 8 baru memiliki 1 sepeda motor yang sudah siap pakai. Dengan kapasitas batre 72 volt, 25 ampere, dengan jarak tempuh 50 kilometer. Dengan durasi pengisian daya selama 3 jam. Proyek ini menghabiskan biaya sebesar Rp 25 juta yang difasilitasi oleh pihak sekolah.

0 Komentar