Desa Wisata Belum Optimal, Ini Gebrakan Disparbud di 2023

BOGOR – Program desa wisata di Kabupaten Bogor dinilai belum maksimal. Dari 416 desa yang ada baru 55 desa yang memiliki desa wisata.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kabupaten Bogor akan terus mendorong ekonomi desa melalui desa wisata.

Dari data yang dihimpun, desa wisata di Kabupaten Bogor hanya sebanyak 25 desa di tahun 2019. Naik menjadi 35 desa pada tahun 2020. Kemudian 40 desa pada tahun 2021 dan tahun ini terdapat 55 desa.

“Artinya dalam kurun waktu tiga tahun ada 30 desa wisata baru yang terbentuk,” kata Kadisparbud Deni Humaedi saat dihubungi Jabarekspres.com, Senin (16/1/).

Agar memaksimalkan potensi wisata yang ada di masing-masing desa, Pemkab Bogor terus mengadakan Anugerah Wisata Desa sebagai ajang apresiasi bagi desa wisata yang berprestasi.

“Dengan adanya anugerah wisata desa sebagai apresiasi, otomatis desa yang belum memiliki desa wisata pasti akan membentuk, ” tambahnya.

Mantan Camat Cisarua itu, menargetkan pada tahun ini desa yang belum memiliki desa wisata agar membentuk guna meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

“Kami targetkan tahun ini banyak desa yang membentuk desa wisata, kan desa wisata nantinya bisa dikelola oleh bumdes dengan melibatkan masyarakat setempat,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, Disbudpar juga terus mengelola keberadaan desa wisata ini dengan cara memberikan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat desa itu sendiri. Misalkan menata kehidupan masyarakat desa dengan adat istiadatnya dan seni budayanya.

“Dengan nilai kearifan lokal yang kuat dan masyarakat yang sadar wisata akan menjadi daya tarik wisatawan datang ke desa wisata,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Desa Wisata Kabupaten Bogor, Deni Amarullah menjelaskan, saat ini pengembangan desa wisata di Kabupaten Bogor terbagi menjadi 7 wilayah.

Di antaranya, Kecamatan Ciawi, Cisarua, Megamendung, Cigombong, Caringin, Cijeruk dan Tamansari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *