“Kalau dia batuk pilek, nyamankan saluran nafasnya. Jadi AC itu jangan terus menerus. Mungkin bisa dimatikan lalu dihidupkan lagi supaya udara juga tidak terlalu kering. Itu sih yang utama ya. Lalu bisa juga dinyamankan juga dengan pijatan, skin to skin,” ujarnya.
Jika sudah dilakukan pertolomngan pertama tapi kondisi anak tidak kunjung membaik, Dr. Fransisca Handy Sp.A menjelaskan agar orang tua nantinya dapat mengidentifikasi tanda bahaya yang terdapat pada anak. Jika anak demam hingga mengalami kejang, hal tersebut merupakan tanda bahaya sehingga anak perlu segera untuk dibawa ke rumah sakit.
“Kalau demam tanda bahayanya itu kejang. Nomor dua, kalau ada perubahan perilaku yang menandakan penurunan kesadaran. Tidur terus atau rewel sekali,” ucap Dr. Fransisca Handy Sp.A.
Baca Juga:Cara Dapat Saldo DANA Banyak Rp100 Ribu, Bisa dapat setiap hari!Lirik Lagu Savage – Aespa
“Lalu bila ada pendarahan entah dari hidung atau kulit. Apalagi kalau di BAB-nya itu harus di bawa ke RS. Kemudian tanda bahayanya adalah dehidrasi atau kekurangan cairan,” ujarnya.
Terakhir, Dr. Fransisca Handy Sp.A menjelaskan bahwa tinggi atau rendahnya demam pada anak bukan berdasar dari tinggi rendahnya suhu. Hal yang harus diperhatikan orang tua adalah perilaku putra putri ketika sakit.
Jadi intinya orang tua jangan panik jika anak demam atau batuk pilek.
Kemudian, gejala demam yang tidak diikuti dengan tanda bahaya, anak tidak perlu diberikan obat yang berbahan kimia.
“Demam sebenarnya ngga butuh obat. Kalau diare atau muntah itu oralit yang harus dipastikan ada di rumah. Jadi jawabannya memang bukan obat berbahan kimia kalau untuk penyakit sehari-hari pada anak,” ucapnya.
“Berat ringannya penyakit juga bukan dari tinggi rendahnya suhu. Ada anak yang 39 derajat tapi masih lari-lari. Ada yang 38 tapi sudah lemas, diam saja. Nah itu yang harus diperhatikan. Bukan tinggi rendah suhu tapi perilaku anaknya,” pungkas Fransisca.
Berdasarkan dari penjelasan di atas, diharapkan orang tua dapat lebih memperhatikan kondisi anak ketika mengalami demam atau batuk pilek, dan memahami tentang pertolongan pertama.
