Ini Strategi TPID Kota Bogor Mengantisipasi Kenaikan Inflasi Menjelang Nataru

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah saat memberikan penjelasakan mengenaikan inflasi di Kota Bogo. (YUDHA PRANANDA /JABAR EKSPRES)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah saat memberikan penjelasakan mengenaikan inflasi di Kota Bogo. (YUDHA PRANANDA /JABAR EKSPRES)
0 Komentar

Serta memberikan subsidi BBM kepada driver ojol dan padat karya agar masyarakat golongan tertentu tetap mempunyai daya beli.

“Pemerintah Kota Bogor menjalin kerja sama dengan daerah lain. Saat ini Kota Bogor sudah bekerjasama dengan Ciamis dan Sukabumi. Tujuan kerja sama ini untuk mendapatkan komoditas yang harganya lebih murah jika sewaktu-waktu komoditas mengalami kenaikan, bisa mendapatkan barang dari daerah yang berlebih dan harganya murah,” jelasnya.

Syarifah Sofiah menambahkan, saat ini inflasi Kota Bogor di angka 5,89 persen. Angka ini turun dibanding Oktober 2022 yang berada di angka 5,94 persen.

Baca Juga:Kroasia Bentrok Brazil, Akses Live Streaming Gratis di Sini!Amankan Nataru, Polres Bogor Kerahkan 1.200 Personel

Meski November mengalami penurunan, pihaknya tetap melakukan antisipasi dengan melakukan berbagai kegiatan pengendalian inflasi mengingat Desember ada natal dan tahun baru.

“Kami juga koordinasi secara intensif dengan BPS supaya apa yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor sesuai dengan indikator pengendalian inflasi,” tandasnya. (yud)

0 Komentar